19/07/2020
Kultivasi Media,
Kultivasi merupakan efek jangka panjang dari media. Kultivasi mempengaruhi persepsi khalayak atas tayangan yang ditampilkan.
Kultivasi menyerang afeksi pemirsa terutama pada perempuan, remaja, dan anak-anak. Ketika media banyak menampilkan berita tentang covid-19, tidak sedikir masyarakat terutama ibu-ibu yang panik dan merasa was-was. Saat media banyak menampilkan informasi horor, banyak anak-anak yang takut pada malam hari atau tempat-tempat gelap. Saat media menampilkan tayangan percintaan, banyak remaja yang menjadi baper dan berharap kisahnya menjadi indah seperti yang ada di media. Tayangan yang sering dikonsumsi oleh khalayak, perlahan tapi pasti akan mempengaruhi persepsi dan pola fikir kahalayak tersebut.
Salah satu tayangan yang digemari adalah anime. Disinyakir, anime telah mengkultivasi banyak penggemarnya dalam kehidupan sehari-hari. Pecinta anime disebut wibu/waifu. Pecinta anime yang sudah akut,menganggap dunia nyata tidaklah seindah dunia anime yang ada dalam persepsinya. Atau mereka berharap kehidupan nyatanya bisa seperti anime yang digemarinya.
Memang tidak semua seperti itu, tergantung pada personalnya masing-masing. Tidak sedikit p**a anime yang menceritakan tentang perjuangan hidup,sehingga memotivasi para penggemarnya. Dan menjadi inspirasi dalam menjalani hidup.
Seperti itulah seharusnya media. Memberi motivasi dan inspirasi bagi penikmatnya, memberikan kultivasi positif bagi khalayak. Menampilkan tayangan-tayangan berkualitas yang mampu mengkonstruksi pola fikir agar lebih berkembang.
Jangan hanya karena alasan komersil,media menampilkan hal-hal yang dirasa kurang berfaedah untuk ditonton. Karena media adalah edukasi bangsa, konten media yang baik, akan membentuk persepsi yang baik p**a bagi masyarakat.