21/02/2019
Ssssttttt.... Mas Mbak wis ganti oli duruung? Hehe
Oli mesin iso diibaratkan sebagai getihe manungso. Sejatine genti oli kudu Mas Mbak lakukan secara periodik dan berkala. Yen telaaatt, akibate iso nggawe mesin mengalami ‘stress’ lan tingkat keausan ning mesin dadi duwur.
Oli fungsinya penting saat bersirkulasi dalam mesin. Cairan ini bekerja dari melumasi antar komponen sampai dengan mendinginkan mesin. Periode ganti oli yang teratur bertujuan agar kemampuan pelumas tidak berkurang atau bahkan hilang.
Periode Ganti Oli
Pabrikan sepeda motor telah merekomendasikan jadwal pergantian oli rutin pada buku panduan pemilik, biasanya tiap 4.000 kilometer. Namun demikian, jarak tempuh tersebut tidaklah baku dan bisa berubah sesuai dengan kondisi lalu lintas yang dihadapi pengendara setiap hari.
Untuk lalu-lintas padat seperti di kota besar yang kerap terjadi kemacetan, periode ganti oli bisa jauh lebih cepat. Bila rekomendasi maksimum pabrikan pada 4.000 kilometer, maka para komuter sebaiknya ganti oli setiap 2.000 kilometer.
Alasannya, kondisi jalanan yang macet membuat kerja mesin lebih berat. Mesin bekerja pada rpm tinggi namun kecepatan rendah. Bahkan, mesin harus tetap menyala dengan kondisi motor berhenti karena situasi yang macet parah.
Kondisi mesin yang panas tinggi secara terus menerus menyebabkan volume oli menyusut. Terjadi penguapan oli selama pemakaian, dampaknya proses pelumasan dan pendinginan mesin tidak optimal. Dalam kasus ini, oli encer memiliki tingkat penguapan yang lebih cepat.
Selama motor digunakan secara rutin, sebaiknya periksa volume oli dari dipstick tiap minggu. Perhatikan, apakah levelnya masih sesuai batas atau tidak. Jika sudah melewati jarak sekitar 1.500 kilometer dan volumenya berkurang di bawah batas, sebaiknya segera ganti oli karena sudah terjadi penguapan yang cukup tinggi.
Isi Oli Sesuai Takaran
Dalam proses ganti oli, ada istilah ganti periodik atau ganti total. Nah, ini yang harus Anda cermati karena berpengaruh pada volume oli yang dipakai.
Untuk ganti total, biasanya dilakukan setelah turun mesin atau flushing mesin. Volume oli di bak karter dikuras habis. Setelah menguras oli, lihat buku panduan pemilik soal volume maksimum yang dibutuhkan untuk isi baru.
Selanjutnya, ganti oli secara periodik biasanya bisa mengikuti takaran volume yang tertera di crankcase sebelah kanan. Pabrikan sepeda motor biasanya mencantumkan volume oli untuk ganti secara periodik. Untuk motor bebek dan skutik, takaran oli antara 700-800 mililiter.
Sayangnya, masih ada pemilik sepeda motor mengisi oli mesin tidak sesuai takaran atau anjuran pabrikan. Bila mengisinya lebih dari takaran yang dianjurkan sih, efeknya tidak seberapa. Hal yang perlu Anda hindari, bila mengisi oli kurang dari takaran, atau menambah oli terus menerus ketika volume berkurang.
Bila level berkurangnya oli sangat drastis, maka bisa dicurigai ada kondisi tak normal pada mesin. Kemungkinan ada kebocoran seal, ring piston atau silinder aus yang menyebabkan oli rembes atau ikut terbakar bersama bensin.
Terlalu sedikit mengisi oli, berisiko merusak komponen mesin. Hal serupa juga bisa terjadi bila Anda hanya menambah oli tanpa kunjunng menggantinya. Mesin akan cepat panas sehingga dapat mempengaruhi usia komponen yang ada didalam mesin tersebut.
Lain halnya bila mengisi oli lebih dari takaran yang dianjurkan untuk ganti periodik. Misalnya saja, motor hanya butuh 800 ml namun diisi satu liter (1.000 ml). Efeknya membuat kinerja mesin menjadi kurang maksimal. Tarikan menjadi lebih berat dari biasanya karena volume oli yang bersirkulasi antar komponen lebih banyak.
Sakjane, ngisi oli punjul seko takaran ki aman. Iki malah iso menjaga kondisi pelumasan mesin tetap optimal yen sering nglewati dalan sing macet parah saben dina.
Sooooo, ojo lali ngejog oli yoo Mas Mbaak!
(Source: dol)