Jibran Motor/mobil

Jibran Motor/mobil Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Jibran Motor/mobil, Motor Vehicle Company, MUARA BUNGO, Muarabungo.

Diagnosa......
23/03/2022

Diagnosa......

22/09/2016

Sepucuk Surat Dari Jack Ma Kepada Putranya







Nasehat Jack Ma
Anakku.. Kutulis catatan pendek ini berdasarkan 3 prinsip:

1. Keberuntungan dan bencana dalam hidup ini tidak ada yang abadi, tidak seorangpun tahu mampu hidup berapa lama, ada sebagian hal sebaiknya dibicarakan sejak awal.

2. Aku adalah ayahmu, jika aku tidak mengatakannya padamu, maka tidak akan ada yang mengatakannya padamu.

3. Catatan kecil ini menuliskan pengalaman yang kudapatkan melalui sakit dan kegagalan, bisa menghindari jalan berputar dalam perjalanan pertumbuhan hidupmu.

Di bawah ini adalah hal-hal yang harus kau ingat baik-baik dalam hidupmu :

1. Janganlah terlalu mempedulikan orang yang tidak baik terhadapmu. Di seumur hidupmu, tidak ada seorangpun berkewajiban baik terhadapmu, terkecuali ayah ibumu. Terhadap orang yang baik kepadamu, haruslah senantiasa bersyukur dan menghargai.

2. Tidak ada orang yang tak tergantikan, tak ada benda yang wajib dimiliki. Ketika mengerti hal ini, kelak seandainya kau kehilangan semua yang berarti dan kau cintai, kau akan tetap akan memahami, ini semua bukanlah perkara besar.

3. Kehidupan ini begitu sementara, hari ini mungkin kita masih menyia-nyiakan kehidupan, esok hari barulah menyadari kehidupan telah jauh meninggalkan kita. Karena itu, hargai kehidupan sedini mungkin, hari-harimu menikmati kehidupanpun akan semakin banyak. Daripada mengharapkan umur panjang, lebih baik lebih dulu menikmatinya.

4. Cinta kasih hanyalah sebuah perasaan, dan perasaan ini akan berubah mengikuti waktu dan keadaan. Jika seseorang yang begitu kau cintai meninggalkanmu, bersabarlah menunggu sebentar, biarkan waktu perlahan membersihkannya, biarkan perlahan mengendap, rasa pahitnyapun akan perlahan-lahan menjadi hambar. Janganlah berlebihan mengharpkan keindahan cinta, janganlah juga berlebihan larut dalam sedih patah hati.

5. Meskipun banyak orang sukses yang tidak mendapatkan terlalu banyak pendidikan, bukan berarti tidak giat belajarpun bisa berhasil. Pengetahuan yang kau dapatkan adalah senjata yang kau miliki. Kita boleh membangun semua dari nol, tapi tidak dengan tangan kosong. Ingatlah baik-baik!

6. Aku tidak akan memintamu mengurus masa tuaku, sama halnya denganku yang tidak akan mengurus masa tuamu. Ketika kau dewasa dan mandiri kelak, kewajibanku selesai. Selanjutnya apakah kamu naik kendaraan umum atau mercedez benz, menyantap sirip ikan atau bihun, semuanya harus kau pertanggung jawabkan sendiri.

7. Kamu boleh menuntut dirimu untuk menjaga kepercayaan, tapi tidak dapat menuntut orang lain melakukan hal yang sama; kamu boleh menuntut dirimu berbuat baik kepada orang lain, namun jangan mengharapkan orang lain baik terhadapmu; bagaimana kamu memperlakukan orang lain, bukanlah berarti mereka akan memperlakukanmu sama, jika kamu tidak memahami ini, hanya akan menambah beban yang tak perlu dalam hidupmu.

8. Aku membeli lotre selama 26 tahun, bahkan hadiah ke-3pun tak pernah aku dapatkan, membuktikan kemakmuran hanya dapat dihasilkan dari giatnya bekerja, tidak ada kekayaan yang turun dari langit.

9. Keluarga hanyalah ikatan jodoh satu kali, berapa lamapun aku dan kamu akan bersama, kamu tetap harus menghargai setiap waktu kebersamaan, di kehidupan selanjutnya, apakah kita saling mencintai maupun tidak, tetap tidak akan berjumpa lagi.

22/09/2016

Filosofi Pohon Bambu






19 Votes

Filosofi Pohon Bambu

Tahukah anda bahwa pohon bambu tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 5 tahun pertama.

Walaupun setiap hari disiram & dipupuk, tumbuhnya hanya beberapa puluh centimeter saja.

Namun setelah 5 tahun kemudian, pertumbuhan pohon bambu sangat dahsyat & ukuran nya tidak lagi dalam hitungan centimeter melainkan meter.

Lantas sebetulnya apa yang terjadi pada sebuah pohon bambu ???

Ternyata selama 5 tahun pertama, ia mengalami pertumbuhan dahsyat pada akar (BUKAN) pada batang, yang mana daripada itu, pohon bambu sedang mempersiapkan pondasi yang sangat kuat, agar ia bisa menopang ketinggian nya yang berpuluh puluh meter kelak dikemudian hari.

MORAL OF THE STORY
Jika kita mengalami suatu hambatan & kegagalan, bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan, melainkan justru kita sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa didalam diri kita.

Ketika kita lelah & hampir menyerah dalam menghadapi kerasnya kehidupan, jangan pernah terbersit pupus harapan.

Ada pameo yang mengatakan “the hardest part of a rocket to reach orbit is to get through the earth’s gravity” (“bagian terberat agar sebuah roket mencapai orbit adalah saat melalui gravitasi bumi”).

Jika kita perhatikan, bagian peralatan pendukung terbesar yang dibawa oleh sebuah roket adalah jet pendorong untuk melewati atmosphere & gravitasi bumi.

Setelah roket melewati atmosphere, jet pendorong akan dilepas & roket akan terbang dengan bahan bakar minimum pada ruang angkasa tanpa bobot, melayang ringan, & tanpa usaha keras.

Demikian p**a dengan manusia, bagian TERBERAT dari sebuah KESUKSESAN adalah disaat awal seseorang MEMULAI USAHA dari sebuah perjuangan, karena segala sesuatu terasa begitu BERAT & PENUH TEKANAN.

Namun bila ia dapat melewati batas tertentu, sesungguhnya seseorang dapat merasakan segala kemudahan & kebebasan dari tekanan & beban.

Namun sayangnya, banyak orang yang MENYERAH disaat tekanan & beban dirasakan terlalu berat, bagai sebuah roket yang gagal menembus atmosphere.

Buya Hamka berkata “kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup & kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja”.

Ketika pohon bambu ditiup angin kencang, ia akan merunduk, tetapi setelah angin berlalu, dia akan tegak kembali, laksana perjalanan hidup seorang manusia yang tak pernah lepas dari cobaan & rintangan.

Maka jadilah seperti pohon bambu !!!

Fleksibilitas pohon bambu mengajarkan kita sikap hidup yang berpijak pada keteguhan hati dalam menjalani hidup, walaupun badai & topan menerpa.

Tidak ada kata menyerah untuk terus tumbuh, tidak ada alasan untuk terpendam dalam keterbatasan, karena bagaimanapun pertumbuhan demi pertumbuhan harus diawali dari kemampuan untuk mempertahankan diri dalam kondisi yang paling sulit sekalipun.

Pastikan dalam hari hari kedepan, hidup kita akan *MENJULANG TINGGI & menjadi PEMBAWA BERKAT* bagi sesama, seperti halnya pohon bambu.

15/07/2016
14/07/2016

"Once you eliminate the impossible, whatever remains, no matter how improbable, must be the truth." - Sherlock Holmes
Toyota Trouble Code Info
96 & later are OBD2 systems and require a scantool Note: We are finding that some 94 & 95 Toyota vehicles are OBD2 compliant and require a scan tool. Check your emissions decal under the hood to confirm if you have an OBD2 compliant vehicle.

RETRIEVING CODES for vehicles before 96
NOTE: Not all trouble codes will activate MIL (CHECK ENGINE light)

Before proceeding, make sure the:
CHECK ENGINE light circuit is functional. It should be ON when the ignition switch is ON with the engine stopped.
Battery voltage is above 11 volts.
Throttle valve is fully closed (Throttle Position Sensor IDL points closed).
Accessory switches (A/C, etc.) are OFF.
Engine is at normal operating temperature (if possible).
Turn ignition switch to ON position.
Do not start the engine.
Place a jumper wire across TEl and El terminals in engine check connector.
Count number of flashes from CHECK ENGINE light.
If system is operating normally (with no detected faults), the CHECK ENGINE light will blink continuouslyand evenly about 2 times a second.
Otherwise, the light will blink a number of times equal to the trouble code as follows:
The light blinks only (.5 second ON, .5 second OFF) when indicating a number.
The light will be OFF for 1.5 seconds between the first digit and the second digit of the code.
If more than one code is stored, the light will be OFF for 2.5 seconds before the next code is displayed.
Once all code(s) have been displayed, the light will be OFF for 4.5 seconds and then the whole sequence will repeat.
The diagnostic code series will continue to repeat as long as the check connecter terminals TEl and El are connected.
When finished, remove the jumper wire.
After repairing the malfunction, clear the codes from the ECUs memory.
Clearing Trouble Codes
All trouble codes must be purged from the ECUs memory after repairing the faults. Otherwise, code(s) would remain in the ECUs memory indefinitely and would appear along with a new code in the event of a future problem.
Remove the EFI fuse (15A) for 30 seconds with the ignition switch OFF to clear any codes. It may take longer than 30 seconds, depending on ambient temperature (the lower the temperature, the longer the fuse must be left out).
Trouble codes can also be cleared by disconnecting the vehicle battery. However, other memory functions (clock, radio, etc.), will need to be reset.
After the codes are cleared, road test the vehicle (as applicable for the fault) and recheck if any codes reset. If so, it indicates that the trouble area has not been repaired correctly.

Toyota Generic Trouble Codes
(Codes Apply to Most Toyota Models – See Table at the Bottom of the Page for Model Specific Codes)

OBD1 Codes
1 Normal Condition.
2 Air Flow Meter signal.
3 Ignition signal.
4 Engine Coolant Temperature Sensor signal.
5 Oxygen Sensor.
6 RPM signal (Crank Angle Pulse).
7 Throttle Position Sensor signal.
8 Intake Air Temperature Sensor signal.
9 Vehicle Speed Sensor signal.
10 Starter signal.
11 Switch signal.
11 ECU/ECM.
12 Knock Control Sensor signal.
12 RPM signal.
13 Knock Control CPU (ECM).
13 RPM signal.
14 Turbocharger Pressure.
14 Ignition signal.
21 Oxygen Sensor.
22 Engine Coolant Temperature Sensor signal.
23 Intake Air Temperature Sensor signal.
24 Intake Air Temperature Sensor signal.
25 Air-Fuel Ratio Lean.
26 Air-Fuel Ratio Rich.
27 Sub Oxygen Sensor signal.
28 No. 2 Oxygen Sensor signal.
31 Air Flow Meter signal (Vacuum Sensor signal).
32 Air Flow Meter signal.
34 Turbocharger Pressure signal.
35 Turbocharger Pressure Sensor signal.
35 HAC Sensor signal.
41 Throttle Position Sensor signal.
42 Vehicle Speed Sensor signal.
43 Starter signal.
51 Switch signal.
52 Knock Sensor signal.
53 Knock Sensor signal.
54 Inter-cooler ECM signal.
71 EGR System.
72 Fuel Cut Solenoid signal.
78 Fuel Pump Control signal.
81 TCM Communication.
83 TCM Communication.
84 TCM Communication.
85 TCM Communication.

OBD II
P0100 Mass Air Flow Circuit.
P0101 Mass Air Flow Circuit Range/Performance.
P0105 Manifold Absolute Pressure Circuit.
P0106 MAP/BARO Circuit Range/Performance.
P0110 Intake Air Temperature Circuit.
P0115 Engine Coolant Temperature Circuit.
P0116 Engine Coolant Temperature Range/Performance.
P0120 Throttle Pedal Sensor Switch “A” Circuit.
P0121 Throttle Pedal Sensor Switch “A” Circuit Range/Performance.
P0125 Insufficient Coolant Temperature for Closed Loop Fuel Control.
P0130 Heated Oxygen Sensor Circuit – Bank 1 Sensor 1.
P0133 Heated Oxygen Sensor Circuit Slow Response Bank 1 Sensor 1.
P0135 Heated Oxygen Sensor Circuit – Bank 1 Sensor 1.
P0136 Heated Oxygen Sensor Circuit – Bank 1 Sensor 2.
P0141 Heated Oxygen Sensor Circuit – Bank 1 Sensor 2.
P0150 Heated Oxygen Sensor Circuit – Bank 2 Sensor 1.
P0153 Heated Oxygen Sensor Circuit Slow Response Bank 2 Sensor 1.
P0155 Heated Oxygen Sensor Circuit – Bank 2 Sensor 1.
P0156 Heated Oxygen Sensor Circuit – Bank 2 Sensor 2.
P0161 Heated Oxygen Sensor Circuit – Bank 2 Sensor 2.
P0170 Fuel Trim malfunction.
P0171 System too Lean.
P0172 System too Rich.
P0201 Injector Circuit – Cyl. 1.
P0202 Injector Circuit – Cyl. 2.
P0203 Injector Circuit – Cyl. 3.
P0204 Injector Circuit – Cyl. 4.
P0205 Injector Circuit – Cyl. 5.
P0206 Injector Circuit – Cyl. 6.
P0300 Random Misfire.
P0301 Misfire Detected – Cyl. 1.
P0302 Misfire Detected – Cyl. 2.
P0303 Misfire Detected – Cyl. 3.
P0304 Misfire Detected – Cyl. 4.
P0305 Misfire Detected – Cyl. 5.
P0306 Misfire Detected – Cyl. 6.
P0325 Knock Sensor 1 Circuit.
P0330 Knock Sensor 2 Circuit.
P0335 Crankshaft Position Sensor “A” Circuit.
P0336 Crankshaft Position Sensor “A” Circuit Range/Performance.
P0340 CMP Sensor Circuit malfunction.
P0385 Crankshaft Position Sensor “B” NE2 Circuit.
P0401 EGR Flow Insufficient.
P0402 EGR Flow Excessive.
P0420 Catalyst System Efficiency below Threshold.
P0430 Catalyst System Efficiency below Threshold Bank 2.
P0440 EVAP Control System.
P0441 EVAP Control System Improper Purge Flow.
P0446 EVAP Control System Vent Control.
P0450 EVAP Control System Pressure Sensor.
P0451 EVAP Control System Pressure Sensor Range/Performance.
P0500 Vehicle Speed Sensor.
P0505 Idle Speed Control System.
P0510 Close Throttle Position Switch.
P1100 BARO Sensor Circuit.
P1120 Accelerator Pedal Position Sensor Circuit.
P1121 Accelerator Pedal Position Sensor Range/Performance Problem.
P1125 Throttle Control Motor Circuit.
P1126 Magnetic Clutch Circuit.
P1127 ETCS Actuator Power Source Circuit.
P1128 Throttle Control Motor Lock.
P1129 Electric Throttle Control System.
P1130 Air-Fuel Sensor Circuit Range/Performance.
P1133 Air-Fuel Sensor Circuit Response.
P1135 Air-Fuel Sensor Heater Circuit Response.
P1150 A/F Sensor Circuit Range/Performance.
P1153 A/F Sensor Circuit Response.
P1155 A/F Sensor Heater Circuit.
P1200 Fuel Pump Relay Circuit.
P1300 Igniter Circuit – No. 1.
P1310 Igniter Circuit – No. 2.
P1335 No Crankshaft Position Sensor Signal – Engine Running.
P1349 VVT System.
P1400 Sub-Throttle Position Sensor.
P1401 Sub-Throttle Position Sensor Range/Performance Problem.
P1405 Turbo Pressure Sensor Circuit.
P1406 Turbo Pressure Sensor Range/Performance Problem.
P1410 EGR Valve Position Sensor Circuit.
P1411 EGR Valve Position Sensor Circuit Range/Performance.
P1500 Starter Signal Circuit.
P1510 Boost Pressure Control Circuit.
P1511 Boost Pressure Low.
P1512 Boost Pressure High.
P1520 Stop Lamp Switch Signal.
P1565 Cruise Control Main Switch Circuit.
P1600 ECM.
P1605 Knock Control CPU.
P1630 Traction Control System.
P1633 ECM.
P1652 Idle Air Control Valve Control Circuit.
P1656 OCV Circuit.
P1658 Wastegate Valve Control Circuit.
P1661 EGR Circuit.
P1662 EGR by-pass Valve Control Circuit.
P1780 Park/Neutral Switch.

30/06/2016

Fakta Mengejutkan Tentang Mengemudi Kendaraan Sambil Mainan HP
Muryo Setyo Jumat, 13 Mei 2016 Tips Otomotif
Era HP terlebih dengan munculnya android membuat orang benar-benar terikat dengan hp, kemana-mana yang dilihat adalah hp. Apalagi pengemudi mobil yang notabene lebih “santai” di dalam mobil, sehingga dapat melakukan aktivitas lain seperti makan, berdandan, dan mainan hp. Padahal sikap tersebut sebenarnya sangat membahayakan apalagi ketika mengemudi yang seharusnya fokus dengan keadaan sekitar. Namun meskipun aktivitas tersebut diyakini membahayakan tetap saja banyak pengemudi yang melakukannya terutama berkaitan dengan mainan hp, baik pengemudi mobil maupun sepeda motor. Alasannya pun bermacam-macam entah itu mengetik sms, chating, membaca pesan, melihat adanya balasan, menelpon dan sebagainya.

Berkaitan dengan kebiasaan buruk yaitu mengemudi kendaraan sambil mainan hp, ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim dari Virginia Tech Transportation Institute yang bekerja sama dengan Liberty Mutual Insurance, mereka menyampaikan hasil penelitiannya tentang dampak mengemudi atau berkendara sambil mainan hp. Dan ternyata ada 8 fakta mengejutkan yang ditimbulkan oleh aktivitas mengemudi sambil mainan hp. Berikut ini beberapa fakta mengejutkan tersebut:

Aktivitas mengemudi sambil mengetik hp dapat menyebabkan respon yang lebih lama jika dibandingkan dengan pengemudi yang sedang mabuk. Dan bukan berarti mengemudi dalam keadaan mabuk itu lebih baik, tentu ia juga merupakan kesalahan dan tidak boleh dilakukan.
Mengemudi sambil mengetik hp dapat meningkatkan resiko kecelakaan bahkan hingga 23,2 kali lebih besar jika dibandingkan dengan pengemudi yang mengalami cacat fisik. Maksudnya adalah pengemudi dengan fisik yang cacat tentu beresiko untuk kecelakaan, namun resiko kecelakaan untuk pengemudi yang mengemudi sambil mengetik hp ternyata lebih besar yaitu 23,2 kali lipat.
Pengemudi yang dalam kondisi cacat fisik bisa merespon lebih cepat dengan respon pengereman dalam waktu rata-rata setengah detik, sedangkan pengemudi dalam kondisi mabuk memerlukan tambahan jarak kurang lebih satu meter untuk dapat merespon pengereman. Adapun pengemudi yang sibuk dengan Hpnya entah untuk mengetik pesan atau membaca pesan memerlukan jarak lebih panjang lagi yaitu 21 meter lebih jauh. Sangat mengejutkan!
Ketika mobil hendak menabrak, pengemudi pada umumnya memerlukan waktu sampai lima detik untuk dapat mengalihkan pandangannya dari hp ke kondisi jalanan. Dan waktu lima detik tersebut jika berada di dalam tol dengan kecepatan rata-rata maka akan sama seperti menempuh 100 meter atau sepanjang lapangan sepak bola.
Dari hasil survei tersebut sekitar 95% nya menyatakan bahwa mengemudi sambil mengetik pesan adalah tindakan yang sangat berbahaya, dan 21% nya mengakui melakukan hal tersebut.
Dari hasil survey tersebut juga menyatakan bahwa mengemudi sambil mengetik pesan ternyata 37 persennya dilakukan oleh pengemudi dengan usia 18-27 tahun, dan sekitar 14 persen dilakukan oleh pengemudi yang berusia 28-44 tahun dan 2 persennya dilakukan oleh pengemudi dengan usia 45-60 tahun.
Untuk pengemudi yang masih remaja, mengemudi sambil mengetik hp dapat menyebabkan perilaku mengemudi menjadi tidak menentu, contohnya adalah keluar jalur ataupun kecepatan yang naik turun tidak stabil sehingga sangat beresiko menyebabkan kecelakaan dan juga dapat membahayakan pengendara lain maupun pengguna jalan lain.
Kecepatan yang disebabkan oleh mengemudi sambil mengetik maupun membaca pesan di HP terjadi hanya dalam rentang waktu 2 sampai 3 detik saja. Super sekali.

Itulah beberapa fakta mengejutkan tentang mengemudi kendaraan sambil mainan HP, sangat mencengangkan, dengan demikian dapat kita ambil pelajaran bahwa mengemudi sambil bermain hp entah untuk membaca pesan, membalas pesan atau chating, ataupun menelpon sangatlah berbahaya. Untuk itu bagi sobat yang ketika mengemudi dan hendak mengoperasikan hp alangkah baiknya menepi terlebih dahulu dan berhenti jika memang penting sekali, atau menunggu ada kesempatan berhenti , hal itu lebih aman dan tidak membahayakan pengguna jalan lain. Demikianlah semoga artikel ini bermanfaat, dan terimakasih telah mengunjungi Guru Otomotif. Tetap baca yaa. Salam Otomotif!

30/06/2016

Macam-Macam Sensor Pada Mesin EFI dan Cara Kerjanya
Muryo Setyo Senin, 18 April 2016 EFI
Mesin EFI adalah mesin yang memiliki sistem atau komponen yang kompleks dimana pada setiap sistem memiliki sensor yang bertugas untuk mendeteksi berbagai kondisi yang terjadi pada mesin. Prinsip kerja dari mesin EFI adalah bahan bakar diinjeksikan atau disemprotkan ke dalam ruang bakar ketika piston hendak mencapai titik mati atas (TMA) atau beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA injektor menyemprotkan bahan bakar. Banyaknya jumlah bahan bakar yang disemprotkan atau diinjeksikan dan waktu penginjeksian diatur oleh ECU (Electronic Control Unit). ECU tersebut bertugas mengkalkulasikan dan mengatur waktu dan banyaknya penginjeksian berdasarkan informasi dari sensor-sensor yang dipasang pada mesin. Sensor-sensor akan mengirimkan signal-signal ke ECU. Dari signal-signal dari sensor tersebut diolah dan dikalkulasikan di ECU untuk menentukan berapa banyak atau lamanya penginjeksian setelah itu ECU mengirimkan signal kepada injektor untuk menginjeksikan aau menyemprotkan bahan bakar sesuai dengan perhitungan ECU.

Sensor pada mesin terdiri dari bermacam-macam dan memiliki fungsi masing-masing. Jika terjadi salah satu atau lebih dari satu kerusakan pada sensor, misalnya sensor eror, maka akan muncul peringatan berupa nyala berkedip pada lampu indikator EFI yang biasanya letaknya ada di panel dashboard. Ketika terjadi kerusakan pada sensor maka mesin EFI akan bekerja secara tidak maksimal. Dan oleh karena itu jika terdapat kerusakan pada mesin EFI sebaiknya segera di diagnosis dimana kerusakan tersebut, untuk mendiagnosis kerusakan mesin EFI dapat dilakukan dengan menggunakan scanner EFI, atau dengan cara manual, silahkan baca artikel cara diagnosis mesin EFI menggunakan tespen. Setelah diketahui kerusakannya maka sobat dapat langsung memperbaikinya agar semua sensor dapat bekerja dengan baik.

Apa saja yang termasuk sensor pada mesin EFI? Berikut ini Guru Otomotif akan bahas satu persatu macam-macam sensor yang ada pada mesin EFI.

Sensor Air Flow Meter

Komponen yang menyusun air flow meter sensor ini yaitu measuring plate, pegas pengembali dan potensiometer.
Cara kerja sensor air flow meter yaitu ketika udara masuk melalui air flow meter maka akan membuka measuring plate yang ditahan pegas pengembali. Sehingga measuring plate dan juga potensiometer bergerak dengan sumbu yang sama dan sudut bukaan dari measuring plate diubah menjadi perbandingan tegangan oleh potensiometer. Perbandingan tegangan tersebut diterima oleh ECU berbentuk signal tegangan.

Manifold Absolute Pressure Sensor (MAP Sensor)

Manifold absolute pressure atau sensor tekanan dalam manifold bekerja berdasarkan tekanan yang ada di dalam intake manifold. Tekanan yang terhitung sebanding dengan udara yang dialirkan di dalam intake manifold pada satu siklus.

Volume udara yang masuk dapat dihitung dengan cara mengukur tekanan pada intake manifold. Lalu tekanan intake manifold disensor oleh bagian silicon chip. Silicon chip ini berfungsi untuk merubah tekanan udara menjadi nilai tahanan, lalu nilai tahanan tersebut dideteksi oleh IC yang ada pada sensor untuk selanjutnya dikirim ke ECU.

Throttle Position Sensor (TPS)

Throttle Position Sensor atau sensor posisi throttle dipasang menjadi satu bagian dengan throttle body. Sensor ini mengubah sudut bukaan dari throttle menjadi sebuah tegangan untuk selanjutnya dikirim ke ECU.

Signal dari TPS ini ada dua yaitu signal IDL dan signal PSW. Signal IDL dipakai untuk menghentikan aliran bahan bakar sedangkan signal PSW digunakan untuk menambah penginjeksian bahan bakar.

Water Temperature Sensor (WTS)

Water temperature sensor adalah sensor temperature air yang fungsinya adalah untuk mendeteksi suhu air pendingin. Pada sensor ini terdapat komponen thermister. Cara kerja dari WTS atau sensor temperatur air yaitu apabila temperatur mesin masih dibawah suhu kerja atau temperaturnya rendah dan penguapan bensin juga rendah, maka diperlukan campuran bahan bakar dan udara yang gemuk.

Tahanan pada thermister menjadi besar ketika suhu air pendingin masih rendah sehingga signal yang dihasilkan THW akan menjadi tinggi. Hubungan antara tahanan pada thermister dan temperature dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Kemudian signal tadi akan dikirim ke ECU supaya ECU memerintahkan injektor untuk menambah volume bahan bakar yang diinjeksikan Begitupun sebaliknya jika suhu air pendingin tinggi maka signal tegangan THW akan menjadi turun atau rendah, signal tersebut akan dikirim ke ECU agar ECU memerintahkan injector untuk mengurangi jumlah bahan bakar yang diinjeksikan.

Intake Air Temperature Sensor (IATS)

Intake air temperature sensor adalah sensor temperatur udara masuk, sensor ini berfungsi untuk mendeteksi suhu udara yang masuk. Sensor temperatur udara masuk dilengkapi dengan thermister yang letaknya ada di dalam air flow meter. Pada EFI sistem tipe D, sensor IATS diletakkan di kotak saringan udara atau di intake air chamber.

Jumlah volume dan kepadatan udara dapat berubah sesuai dengan perubahan pada temperatur udara. Sehingga walaupun volume udara yang dihitung oleh air flow meter jumlahnya kemungkinan sama, namun jumlah injeksi bahan bakar dapat berubah sesuai dengan perubahan temperatur. Pada suhu di bawah 20 derajat celcius jumlah bahan bakar yang diinjeksikan akan ditambah, sedangkan jika suhu di atas 20 derajat maka jumlah bahan bakar yang diinjeksikan akan dikurangi. Dengan demikian maka jumlah perbandingan bahan bakar dan udara akan terjamin ketepatannya walaupun suhunya berubah-ubah.

Oxygen Sensor (OS)

Oxygen sensor adalah sensor yang berfungsi untuk mendeteksi dan membandingkan apakah campuran bahan bakar dan udara gemuk atau kurus terhadap campuran udara dan bahan bakar secara teoritis.

Oksigen sensor ini diletakkan di exhaust manifold dan terdiri dari elemen yang berbahan dasar zirconium dioxide (semacam keramik). Elemen ini dilapisi dengan lapisan tipis platina di bagian dalamnya dan juga luarnya. Udara yang masuk ke dalam sensor dan luar sensor akan terkena gas buang.

Signal Pengapian Mesin

Fungsi signal pengapian mesin adalah untuk menentukan saat pengaian atau timing ignition dan putaran mesin. Signal ini akan menghitung penentuan awal volume bahan bakar yang disemprotkan dan akhir dari penyemprotan. Jika tegangan di terminal negatif koil pengapian mencapai 150 volt atau lebih maka ECU akan mendeteksi signal tersebut.

Signal Starter

Signal starter ini dipakai ketika motor starter memutar poros engkol mesin, dan selama poros engkol tersebut berputar maka aliran udara akan bergerak lambat dan suhu udara menurun sehingga campuran udara menjadi kurus. Padahal agar mesin dapat start diperlukan campuran kaya, maka signal starter ini berfugsi untuk menambah jumlah volume injeksi ketika mesin dinyalakan/starter. Tegangan yang ada pada signal starter sama besar dengan tegangan yang dipakai oleh motor starter.

Relay Utama EFI

Relay utana pada mesin EFI digunakan untuk sumber tegangan ECU dan circuit opening relay. Relau utama EFI berfungsi untuk mencegah penurunan nilai tegangan pada sirkuit ECU. Cara kerja dari relay utama EFI yaitu ketika kunci kontak di-ON-kan, maka arus akan mengalir ke relay dan titik kontak akan berhubungan lalu arus akan mengalir dari baterai ke ECU dan circuit opening relay melalui kedua fusible link, kemudian arus mengalir menuju p***a bahan bakar.

Demikian artikel tentang macam-macam sensor pada mesin efi dan cara kerjanya, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita tentang mesin EFI. Salam Otomotif!

30/06/2016

Dampak Mesin Terlalu Dingin Atau Terlalu Panas, Jangan Anggap Remeh Suhu Mesin
Muryo Setyo Rabu, 04 Mei 2016 Mobil
Selamat pagi sahabat Guru Otomotif, 2 hari tidak bertemu ya, mohon maaf selama 2 hari terakhir ini Guru Otomotif tidak dapat memberikan update tentang otomotif karena harus terbaring lemah dan beristirahat di rumah sakit, kini dengan sisa-sisa tenaga yang ada, Guru Otomotif akan kembali berusaha memberikan artikel-artikel berkualita berkaitan dengan pengetahuan seputar otomotif. Yang akan kita bahas pada artikel kali ini adalah tentang dampak mesin baik sepeda motor maupun mobil jika suhunya terlalu dingin atau terlalu panas, dampak yang dihasilkan ternyata cukup serius seandainya suhu mesin tersebut tidak sesuai dengan suhu kerja mesin. Dan oleh karena itu pada mesin kendaraan dilengkapi dengan sistem pendingin yang mengontrol suhu mesin agar senantiasa berada pada kondisi ideal atau suhu kerja.

Sebelum kita sebutkan apa saja dampak yang dihasilkan dari mesin yang terlalu dingin atau terlalu panas, ada sedikit gambaran tentang penggunaan panas mesin hasil dari pembakaran di dalam silinder. Bahwa panas (hasil pembakaran di ruang bakar) yang dipakai atau diubah menjadi energi mekanik pada mesin hanyalah 25 persen saja. Kok Cuma sedikit? Memang sedikit, lalu panas sisanya untuk apa? Adapun sisanya dari panas hasil pembakaran akan keluar melalui gas buang sekitar 34 persen, kemudian melalui sistem pendingin 32 persen dan sisanya lagi adalah kerugian pemompaan dan gesekan. Silahkan perhatikan neraca panas pada mesin berikut ini:

Berdasarkan neraca panas di atas, maka fungsi dari pendingin pada mesin itu sangat penting karena panas yang diserap oleh sistem pendingin sendiri mencapai 32 persen.

Dampak Mesin Terlalu Panas

Dan jika suhu mesin tidak di dinginkan maka akan terjadi panas yang berlebihan atau yang kita kenal dengan overheating, panas yang berlebih ini dapat mengakibatkan gangguan diantaranya:

Komponen-komponen mesin akan menjadi lunak atau mencari pada suhu yang tinggi, komponen-komponen tersebut misalnya piston yang bahannya terbuat dari paduan alumunium dan akan kehilangan kekuatannya sampai kira-kira sepertiganya pada suhu yang tinggi yakni 300 derajat celcius, bagian kepala piston akan mengalami perubahan bentuk atau bahkan mencair.
Jika terjadi panas yang berlebihan atau overheating maka akan terjadi pemuaian sehingga ruang bebas antar komponen yang saling bergerak akan terhalang. Semisal komponen piston memuai karena terbuat dari paduan aluminium yang mudah mencair sehingga akan sedikit menabrak blok silinder dan akibatnya piston dapat macet.
Terjadi tegangan termal, yaitu tegangan yang diakibatkan oleh adanya perubahan suhu. Misal ada cincin piston yang patah atau piston yang macet tadi, ini karena adanya tegangan termal tadi.
Pelumas akan menjadi cepat rusak dan berubah sifatnya karena overheating. Jika suhunya naik hingga 250 derajat celcius pada alur cincinnya, maka pelumas akan berubah menjadi karbon dan cincin piston akan macet sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik. Sedangkan jika suhunya mencapai 500 derajat celcius maka pelumas akan berubah menjadi hitam, sifat pelumasannya pun akan turun dan torak akan macet walaupun masih memiliki ruang bebas.
Akibat atau gangguan terakhir dari mesin yang terlalu panas yaitu pembakaran akan menjadi tidak normal dan cenderung terjadi knocking.

Selain itu jika mesin terlalu dingin juga akan berdampak negatif, sehingga suhu mesin harus senantiasa pada suhu ideal.

Dampak Mesin Terlalu Dingin

Jika suhu mesin terlalu dingin maka akan terjadi masalah sebagai berikut:

Bahan bakar akan sulit menguap (pada mesin bensin) dan akibatnya campuran bahan bakar dan udara menjadi gemuk, selain berdampak pada pembakaran yang tidak sempurna, campuran gemuk juga menyebabkan bahan bakar menjadi boros.
Sedangkan pada mesin diesel, jika udara yang dikompresikan bersuhu dingin maka akan output gas buang akan dihasilkan asap putih dan akan menimbulkan ketukan serta mesin tidak mudah dinyalakan.
Jika pelumasan terlalu kental, maka mesin akan mendapakan tekanan tambahan.
Uap yang mengandung sifat air, yang ada pada gas pembakaran akan terkondensasi pada suhu sekitar 50 derajat celcius.

Itulah beberapa dampak mesin terlalu panas atau mesin terlalu dingin, untuk mengatasi mesin terlalu dingin maka langkah sederhana adalah memanaskan mesin di pagi hari dengan menyalakan mesin selama sekitar 5-10 menit, karena iklim di Indonesia adalah tropis dimana tidak ada musim salju sehingga untuk mengatasi mesin terlalu dingin ini tidak begitu sulit. Sedangkan jika mesin terlalu panas atau overheating, maka kemungkinan ada penyebab pada sistem pendingin, cek air radiator atau kipas pendingin. Jika sistem pendingin dapat berfungsi dengan baik dan normal maka seharusnya tidak terjadi masalah overheating.
Demikianlah artikel tentang dampak mesin terlalu dingin atau terlalu panas, jangan anggap remeh suhu mesin, semoga bermanfaat. Salam Otomotif!

Address

MUARA BUNGO
Muarabungo
37315

Telephone

+6285266942600

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jibran Motor/mobil posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share