KIN Motor

KIN Motor Menjual segala jenis sparepart sepeda motor & Reparasi segala jenis kendaraan bermotor

Jurus monkey...ciaaaaattt...
24/04/2015

Jurus monkey...ciaaaaattt...

Anget ya geng....
24/04/2015

Anget ya geng....

Mekanik soulmate...hahahaha
24/04/2015

Mekanik soulmate...hahahaha

Lagi ada bongkaran JUP-MX neh
17/04/2015

Lagi ada bongkaran JUP-MX neh

CBR 110 CC= Corp Becak RakyatHeheheheh....just funny
30/09/2014

CBR 110 CC= Corp Becak Rakyat
Heheheheh....just funny

Mekanik cilik Kin Motor
29/09/2014

Mekanik cilik Kin Motor

Bagaimana cara mengecek CDI?Seiring berjalannya waktu, berbagai peralatan yang ada di motor pasti akan rusak karena semu...
29/09/2014

Bagaimana cara mengecek CDI?

Seiring berjalannya waktu, berbagai peralatan yang ada di motor pasti akan rusak karena semua komponen tersebut bersifat sementara. Kerusakan komponen itu bisa mengakibatkan beberapa kendala dari yang ringan sampai berat seperti motor tidak mau dihidupkan. Jika motor sampai mogok tidak mau dihidupkan, biasanya kerusakan terjadi pada sistem perpiannya yang meliputi busi, koil atau CDI. Jadi pengecekan bisa dilakukan dari busi dahulu, koil dan terakhir CDI. Dan pada tulisan kali ini kita akan membahas bagaimana cara mengecek CDI apakah masih baik atau sudah mati total.

Cara Cek CDI Pada Motor CDI (Capasitive Discharge Ignition) merupakan pengganti dari platina yang sering kita dengar di zaman dulu. CDI berfungsi sebagai pengontrol tegangan dan waktu pengapian ke koil pengapian. Kapasitor di dalam CDI akan menyimpan listrik sementara dan jika ada sinyal dari pulser/ sensor maka CDI akan mengalirkan listrik tersebut ke koil. Jika CDI rusak, maka dipastikan listrik yang dialirkan dari busi tidak akan sampai ke koil dan itu akan membuat motor tidak bisa dihidupkan. Cara Mengecek CDI,

Mendeteksi Kerusakannya Ada beberapa cara untuk mengecek CDI di motor kita. Pengecekan bisa dilakukan dengan urutan apakah ada api di kabel koil, lalu ke sepul dan terakhir baru ke CDI. Jika motor tiba-tiba mati di tengah perjalanan, hendaknya kita menepi dahulu dan carilah tempat yang aman. Setelah mendapatkan tempat yang dirasa aman dan nyaman untuk membongkar motor, bukalah cop busi lalu dekatkan kabel ke busi dan coba hidupkan motor. Jika di cara ini tidak ada percikan api dari busi, maka bisa dipastikan kerusakan yang terjadi di sistem pengapiannya.

Untuk memastikan sistem pengapian mana yang rusak, coba cek dahulu kondisi aki, sepul dan sekring masih bekerja normal atau tidak. Jika semua bekerja secara normal, coba cek bagian koil. Coba lepaskan soket positif dari CDI dan tempelkan ke ground lalu starterlah. Jika tidak keluar percikan api, bisa dipastikan CDI rusak dan waktunya untuk diganti. Selain itu, cara cek CDI rusak atau tidak juga bisa dilakukan dengan menggunakan alat ukur avometer.

Caranya, setel dahulu avomoter di sinus 200 Volt. Hubungkan kabel merah avometer ke kabel CDI yang menghubungkan ke koil. Sedangkan kabel hitam avometer hubungkan ke bodi motor. Setelah itu nyalakan motor dengan starter dan lihatlah avometer apakah ada arus tegangan yang keluar dari CDI atau tidak. Jika tidak ada arus listrik dari CDI, maka dipastikan CDI sudah dalam keadaan rusak dan gantilah dengan CDI yang baru.

Cara Memilih Shockbreaker yang Bagus dan Tepat.Shokbreaker memiliki fungsi untuk meredam gerakaan berlebih dari per di k...
29/09/2014

Cara Memilih Shockbreaker yang Bagus dan Tepat.

Shokbreaker memiliki fungsi untuk meredam gerakaan berlebih dari per di kendaraan. Pemilihansuspensi kendaraan yang tepat akan meningkatkan faktor safety dan kenyamanan, meski sisi kestabilan juga harus dipertimbangkan terutama untuk kendaraan jenis MPV atau sedan.

Kapan suspensi perlu diganti ?
Bila kinerja sokbreker dirasa mulai melemah atau usia telah mencapai 3 – 5 tahun/lebih dari 60.000 km. Agar tetap nyaman dan aman, shockbreaker yang sudah tak berfungsi harus segera diganti. Penggantian tak selalu didasarkan pada faktor masa pakai kendaraan saja. Tapi bisa saja terindikasi dari kondisi ban. Jika ban mengalami kebotakan yang tak merata, maka mungkin shockbreaker sudah tak berfungsi lagi.

Ciri yang dapat langsung dirasakan :

Ketika ayunan mobil terasa berlebih saat melewati lubang jalan atau polisi tidur. Hal ini menandakan kinerja sokbreker telah mulai melemah.
Ada rembesan cairan oli pada sil di sokbreker, sehingga tekanan pun menurun drastis.
Mengeluarkan bunyi ‘bletak’ atau tumbukan antar komponen di dalam sokbreker itu sendiri.

Shokbreaker memiliki fungsi untuk meredam gerakaan berlebih dari per di kendaraan. Bila mobil mengayun berlebih saat menabrak lubang, tentu sangat mempengaruhi pengedalian dan kestabilan mobil. Juga keausan ban menjadi tidak merata karena permukan ban tidak menerima beban secara merata.

Shockbreaker oli dan gas.
Kedua jenis ini memiliki karakter yang berbeda.
Jenis oli memiliki kecenderungan berkarakter nyaman ketimbang jenis gas. Tipe gas pun tidak serta merta berisikan gas 100%. Peran oli sebagai pelumas pun tetap dibutuhkan.

Cara mengetahui sokbreker jenis oli atau gas adalah dengan menekannya. Jika sokbreker jenis oli, maka batang sokbreker tidak akan kembali terangkat ke posisi semula. Begitu juga sebaliknya.
Jika setelah ditekan sokbreker naik keatas dengan sendirinya maka sokbreker tersebut berjenis gas.


Sokbreker tipe double action atau single action.

Tipe double action cukup mempengaruhi kinerja sokbreker ke sisi negatif. Dimana peran sokbreker lebih kepada menjaga kecepatan saat kembali ke posisi semula atau rebound.

Cara mengecek tipe shock double atau single :

Posisikan sokbreker pada posisi tegak lurus.
Mainkan sokbreker tekan kebawah dan tarik keatas sebanyak 2 kali.
Kemudian pada saat posisi sokbreker diatas .. tekan sokbreker kebawah secara mendadak dan perhatikan apa yang terjadi.
Bila sokbreker menahan/anda tidak mampu menekannya kebawah secara mendadak maka bisa dikatakan sokbreker tersebut memiliki double action.
Sedangkan bila pada saat anda menekan kebawah sokbreker terasa los, tanpa tahanan, maka sokbreker tersebut dikategorikan sebagai single action (single action nahan naek keatas)

“Double atau single action hanya merupakan perbandingan persentase antara saat compress dan rebound. Bila single action memiliki perbandingan 40 compress dan 60 rebound, maka double action sebaliknya. Semakin tinggi angka persentase, maka sokbreker memiliki tahanan yang semakin kuat. Jadi saat rebound, selain per yang memiliki karakter memantulkan, sokbreker pun kian menambah kecepatan ketika pergerakan ke atas atau kembali ke posisi semula,” tutur Taqwa SS, tuner Garden Speed ini.

Desain sokbreker

Terbagi menjadi dua model yaitu mono tube atau twin tube.

Twin Tube.
Mayoritas produsen mobil yang mengedepankan kenyamanan dan durability yang tinggi, tentu twin tube menjadi pilihannya. Dengan karakter tidak linear, membuat kenyamanan berkendara saat diisi oleh sedikit penumpang atau bermuatan penuh akan terjaga. Sebab, semakin sokbreker ditekan, maka tingkat kekerasannya akan semakin tinggi.

Model mono tube
Dimana tekanan akan tetap sama ketika sokbreker di tekan habis sekalipun. Plus, kekuatan berkat model dua tabung ketimbang single tabung dalam menahan bobot kendaraan.

“Ketebalan material desain mono tube dan tersedianya service centre menjadi kelebihan dari produk HotBits di Indonesia. Konsumen pun dapat mengganti komponen bila kinerja sokbreker mulai menurun atau mengalami kerusakan, seperti mengganti sil-sil, pengisian gas Nitro hingga oli sebagai pelumasnya,” terang Henricus Darmawan Susanto selaku distributor HotBists Indonesia.

Tips membeli suspensi :

- Cek Fisik

1. Perhatikan seluruh permukaan shockbreaker.
Shockbreaker yang sama sekali baru tak akan punya titik bekas las-lasan. Tetapi ada jugashockbreaker yang di dindingnya memiliki titik las, seperti produk Monroe. Titik las dishockbreaker tersebut adalah bawaan dari pabrik.
Namun, pastinya pencuri akan selalu lebih cerdik daripada polisi bukan? Untuk menghilangkan bekas titik las, bisa jadi permukaan dinding shockbreaker dihaluskan dengan gerinda. Selain itu, suntikan biasanya dilakukan pada bagian bawah atau dibalik ring penahan seal. Sehingga kalau ring dibuka, baru ketahuan kalau shockbreaker pernah 'dijus'.

2. Periksa cat pelapis shockbreaker.
Cat asli akan sulit terkelupas karena tebal dan andaikan terkelupas pun, akan langsung terlihat logam dinding shockbreaker dan bukannya lapisan cat yang lain. Kalau tercium khas bau cat pelapis, segera minta tukar dengan peredam yang lainnya.

3. Perhatikan cetakan huruf pada body shockbreaker.
Shockbreaker yang dicat ulang, cetakan huruf tadi akan tertutup cat, sehingga cetakan hurufnya jadi tak kentara atau 'tak jelas'. Stiker juga harus melekat sempurna, tak kusut dan warnanya tak buram.

4. Cek lubang baut pada bawah shock breaker.
Shockbreaker bekas jelas memiliki luka di sekitar lubang bautnya. Untuk menutupinya, lubang tersebut dilapis dengan dempul. Dengan diam-diam, korek sedikit sekitar lubang baut tersebut dengan kuku.
5. Ulir di batang shockbreaker juga tak boleh luput dari pemeriksaan Anda. Ulir shockbreakeryang dipoles ulang biasanya memiliki ujung drat yang tak rapi, karena dibubut ulang.

- Cek Non-Fisik

1. Periksalah kinerja shockbreaker.
Caranya, tarik dan tekan batang shockbreaker, lalu pastikan jalannya batang tak tersendat. Jika tersendat, pertanda ada udara di dalamnya. Sementara, pada batang tengah tak boleh ada goresan atau gerus tipis. Jika Anda menemui tanda-tanda ini, berarti batang tersebut telah berkali-kali 'naik-turun' alias sudah pernah terpakai.
2. Cek warna batang shockbreaker.
Jika tampak kebiruan, itu disebabkan panas akibat gesekan 'naik-turun' antara batang dan sealshockbreaker. Sehingga batang tak lagi tampak mengkilat.

- Jenis Shockbreaker Double Atau Single Action

Pegang shockbreaker pada posisi tegak lurus. Setelah itu ditarik dan tekan beberapa kali secara perlahan. Kemudian, tekan secara tiba-tiba. Bila ada tahanan atau gerakannya lambat namun tak tersendat, berarti shockbreaker itu jenis double action. Bila tak ada tahanan atau bergerak terus, berarti single action.

- Jenis Gas Atau Oli
Cara yang sama dengan yang di atas, bisa dilakukan untuk membedakan shockbreaker berisi oli atau gas. Peganglah shockbreaker tersebut sampai habis (panjang minimum), kemudian lepaskan. Jika shockbreaker memanjang lagi, berarti itu shockbreaker tipe gas. Tapi bila tidak, itu adalah berjenis oli.
Yang terakhir, curigai masalah harganya. Jika bisa ditawar terlalu 'anjlok', maka bisa jadi itu adalah barang 'beru'. Biasanya shockbreaker 'beru' tersebut malah banyak tersedia di toko khusus shockbreaker.
Sebab, mereka punya bengkel dan peralatan sendiri. Sehingga, jika konsumen kembali ke toko karena shockbreaker yang baru dibelinya bermasalah, mereka bisa langsung bisa mengatasinya.

New Style
20/09/2014

New Style

Liburan ke Debu2 Tanah Karo
20/09/2014

Liburan ke Debu2 Tanah Karo

Beserak coy...
11/06/2014

Beserak coy...

Upgrade Performa Yamaha Xeon RC YMJet-FI, Tanpa Korek Naik 2 HP. Apa Pemicunya?Soalnya, peranti inilah yang mengkontrol ...
07/04/2014

Upgrade Performa Yamaha Xeon RC YMJet-FI, Tanpa Korek Naik 2 HP. Apa Pemicunya?

Soalnya, peranti inilah yang mengkontrol buka-tutup katup untuk mengail asupan gas ke ruang bakar dan menyalurkan gas hasil pembakaran ke saluran buang. Walau di motor injeksi bisa kita suntik bensin banyak lewat pemakaian piggyback atau ECU stand alone, tapi tanpa kontrol yang pas oleh kem, hasilnya tidak akan signifikan. Kebasahan malah iya, hehehe...
Di edisi lalu, EM-Plus sudah paparkan seperti apa performa Yamaha Xeon RC YMJet-FI bila dipakein knalpot free flow plus ganti ECU stand alone. Kenaikan tenaganya hampir 1 hp. Nah, kali ini kita akan coba jejali kem hasil custom.
Kem ini hasil riset bareng EM-Plus dengan 2 bengkel racing. Yakni, FourtyOne Motorsport di Depok Timur, Jawa Barat dan Ultraspeed Racing di Jl. Panjang Alteri Kelapa Dua, Kebon Jeruk Jakarta Barat. Soalnya, di pasaran masih belum ada nih produk aftermarketnya Xeon injeksi.

Profilnya begini, bor. Durasi kem in kami coba seting sebesar 230º, yang diukur sejak klep terangkat 1 mm dan 1 mm sebelum menutup full. Bukanya di 16º BTDC (sebelum TMA) dan menutup di 34º ABDC (setelah TMB). Tinggi angkatan klepnya mencapai 7,2 mm. Kalau kem standar sih, liftnya cuma 6,3 mm.
Sementara, durasi kem ex terukur 229º, yang ngebuka di 45º BBDC (sebelum TMB) dan menutup di 4º ATDC (setelah TMA). Liftnya terhitung 6,8 mm. Lebih tinggi 0,6 mm dari kem standar. Oh iya, durasinya kalau ditotal (durasi klep in + klep ex : 2) jadi 229,5º.

Kem ini ketika dijejali ke mesin Xeon RC YMJet-FI, clearance klep diatur 0,10 mm untuk bagian isap (in) dan 0,12 mm untuk klep buang (ex). Guna mengetahui seberapa besar perubahan performa yang mampu dihasilkan kem hasil custom ini, mula-mula didyno dalam kondisi masih pakai knalpot dan ECU standar.
Hasilnya, wooww.. power maksimum langsung melonjak jadi 9,62 hp di 8.560 rpm. Naik 1,26 hp dari standarnya yang hanya terukur 8,36 hp/ 8.587 rpm. Sementara torsi puncak tembus 9,792 Nm di 6,405 rpm atau naik sebanyak 1,764 Nm dari kondisi standar yang berada di 8,028 Nm/ 6.212 rpm.

Lebih sadis lagi ketika saluran gas buang diganti buatan WRX tipe New 3 Oval dan pakai ECU stand alone aRacer. Tenaga maksimum langsung bergerak naik lagi jadi 10,36 hp/ 8.874 rpm (naik 2 hp). Sedang torsinya dikoreksi maning (lagi, red) jadi 10,5 di 6.623 rpm alias naik sebanyak 2,47 Nm.
“Dilihat grafiknya, powerband-nya luas. Tenaga dan torsi sudah langsung naik sejak putaran bawah hingga puncak. Itu sifatnya bolt on, tanpa korek (porting) mesin dan naikin kompresi,” tukas Freddy A. Gautama, punggawa USR. (www.motorplus-online.com).

Semoga bermanfaat !!!

Address

Jalan PANGLIMA DENAI
Medan
20227

Opening Hours

Monday 09:00 - 18:00
Tuesday 09:00 - 18:00
Wednesday 09:00 - 18:00
Thursday 09:00 - 18:00
Friday 09:00 - 18:00
Saturday 09:00 - 18:00
Sunday 09:00 - 18:00

Telephone

+618126508870

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KIN Motor posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to KIN Motor:

Share