21/08/2017
TIPS MERAWAT BAN
1.ROTASI BAN
Rotasi ban secara berkala bertujuan menambah usia pemakaian dan membuat keausan ban jadi merata.
Jangan menggunakan ban cadangan sementara ke dalam pola-pola ini. Andai ban cadangan yang digunakan adalah ban reguler, maka selalu tempatkan ban cadangan pertama kali di posisi belakang kanan.
2.PENYELARASAN ARAH BAN (SPOORING)
Faktor ini penting untuk mendapatkan keausan merata dan handling yang baik. Pastikan ban depan dan belakang diperiksa rutin untuk mengetahui tanda-tanda bila terjadi tak merata. Bila dirasakan pengendalian ada perubahan itu menunjukkan harus segera melakukan spooring. Dampak dari wheel alignment ini adalah umur ban lebih panjang serta pengendalian lebih baik.
3.PENYIMPANAN BAN
Penyimpanan ban yang benar berfungsi mencegah penuaan dini. Pastikan ban dicuci dan dikeringkan sebelum disimpan. Bersihkan kotoran yang menempel atau tersangkut di kembangan/tread. Tumpuklah di lahan rata atau digantung. Hindari kontak langsung dengan sinar matahari, oli, gemuk, bahan bakar atau cairan kimia lain yang bisa merusak senyawa ban dan membuat umur pakai jadi pendek.
4.TEKANAN ANGIN BAN
Paling banyak kerusakan ban diakibatkan kesalahan tekanan ban. Karena mempercepat umur pemakaian dan berefek negatif bagi pengendalian. Sebagai catatan, setiap kecelakaan di jalanan karena pecah ban lantaran tekanan ban. Besarnya tekanan ban selalu tercantum pada buku manual atau pedoman pemilik kendaraan, atau biasanya terdapat di dinding samping ban/sidewall ban mobil anda. Periksa tekanan ban tiap seminggu sekali dalam pemakaian normal.
Pemeriksaan tekanan ban dilakukan sebelum mobil jalan. Sehingga ban masih dalam suhu dingin. Gunakan tyre pressure gauge untuk mengecek, tambahkan tekanan bila kurang sesuai ketentuan.
5.KEAUSAN KEMBANGAN/TREAD WEAR INDICATOR(TWI)
Ada beberapa faktor yang di perhitungkan membuat kembangan ban; jumlah kontak ban dengan jalan, antisipasi aliran udara panas, memperoleh grip atau traksi serta kelenturan kembangan saat akselerasi atau pengereman. Faktor penting lainnya kemampuan ban mengalirkan air saat hujan atau jalan basah. Salah perhitungan, dampaknya terjadi hydroplane atau berjalan di atas permukaan air. Alhasil mobil kehilangan kendali dan traksi.
Pada penggunaan normal, periksa kondisi kembangan setiap empat minggu dengan tyre depth gauge. Jika kurang dari 3 mm(biasanya kedalaman ban mobil penumpang)sebaiknya ban tak dipakai lagi karena berisiko pada traksi. Terutama saat kecepatan tinggi dan pengereman mendadak.
Sumber: (dari berbagai sumber)