18/01/2026
4 Benda yang sebaiknya tak ditinggal di mobil
Entah karena lupa atau memang sengaja, para pengemudi mobil kerap meninggalkan barang-barang pribadi di dalam kabin.
Perbuatan itu sepertinya tak berbahaya, namun perlu diwaspadai tertinggalnya barang-barang yang tampak sepele tetapi berpotensi memicu bahaya pada kendaraan Anda.
Bahaya yang kami maksud di sini bukan soal pencurian, namun potensi kerusakan pada kabin hingga kemungkinan terbakarnya kendaraan.
Berikut kami paparkan beberapa benda yang tidak boleh ditinggalkan dalam kendaraan Anda, terutama jika mobil diparkir di tempat terbuka dan terkena paparan sinar matahari langsung.
Korek api gas
Para perokok hampir bisa dipastikan selalu membawa korek. Pada masa kini korek yang lazim di bawa adalah korek api gas.
Nah, jika tertinggal di dalam kabin kendaraan, korek api gas ini berpotensi besar memicu terjadinya kebakaran. Pasalnya, benda itu berisi bahan bakar gas yang mudah terbakar, terutama jika terkena panas dalam waktu lama.
Panas tersebut bisa dari sinar matahari langsung atau udara panas di dalam mobil.
"Korek api gas, ditaruh di tempat yang terkena panas Matahari. Jika sudah begitu, lama-lama korek gas bisa pecah dan bisa jadi sumber kebakaran," jelas Supriyanto teknisi di Bagus auto variasi jelutung jambi
"Apalagi korek gas yang jelek, yang tembus pandang. Kalau sudah pecah itu bisa jadi sumber api."
Oleh karena itu, sebelum turun dari mobil, pastikan korek gas yang Anda bawa tak tertinggal di dalamnya.
Kacamata
Kacamata juga merupakan salah satu barang yang kerap ditaruh pengemudi di dasbor mobil. Padahal, pada sebagian kacamata terdapat lup atau kaca pembesar yang dapat memusatkan titik api jika terkena panas matahari.
Titik api yang telah terfokus itu jika terpusat pada benda yang mudah terbakar, tentunya berpotensi membahayakan.
Penyimpan daya (powerbank)
Powerbank, alat pengisi daya ponsel, sudah menjadi semacam bawaan wajib para pengguna gawai, baik ponsel maupun tablet, saat ini. Habis baterai atau situasi low batt ketika sumber listrik sukar ditemukan, bagi beberapa orang adalah sebuah masalah besar.
Biasanya, ketika berkendara, pengguna powerbank akan mengecas alat tersebut agar selalu siap digunakan. Pengisian daya tersebut biasanya dilakukan menggunakan kabel yang tersambung pada fitur pengisian daya di kendaraan atau alat pemantik api (lighter) yang biasa terdapat pada mobil.
Ternyata, meninggalkan powerbank di dalam kendaraan, apalagi dalam kondisi sedang mengecas, bisa membahayakan.
Hal itu sempat menimpa salah seorang warga di Kumpeh yang mobilnya mendadak terbakar saat parkir di garasi rumah. Powerbank diduga kuat sebagai biang keroknya.
Powerbank berisi baterai berjenis lithium-ion dengan lapisan katoda dan anoda yang jika terkena panas berlebih, bisa saling menempel dan menyebabkan letupan atau ledakan.
"Power bank yang disimpan di dalam mobil dan terkena sinar matahari artinya jadi panas. Panas membuat baterai mengembang. Pada level tertentu, gelembungnya sudah parah, ya akan meledak," ujar Sapri
Selain powerbank, meninggalkan telepon genggam atau ponsel di dalam kabin juga dapat menimbulkan bahaya yang sama. Terlebih jika posisinya sedang dilakukan pengecasan.
Minuman kemasan
Bagi sebagian orang, menaruh minuman kemasan botol plastik juga menjadi hal lumrah.
Padahal, menaruh minuman kemasan dalam kabin kendaraan yang terpapar sinar matahari juga tak kalah bahayanya.
Dijelaskan di sana, botol air mineral dapat menyerap panas hingga efek ekstremnya menimbulkan letupan atau ledakan.
Oleh karena itu, jika Anda terpaksa harus meninggalkan botol tersebut di mobil, letakkan pada tempat yang tak terkena sinar matahari langsung.
Selain itu, sebaiknya juga Anda hindari meminum air kemasan yang telah terpapar sinar matahari terlalu lama di dalam kabin mobil.
Vemale menjelaskan, sinar ultraviolet yang mengenai plastik kemasan, akan mengaktifkan dioksin dari botol tersebut, dan melebur bersama cairan minuman. Dioksin adalah bahan kimia yang bisa menyebabkan kanker payudara.