27/09/2017
Mengapa bensin bisa ''basi''
Oleh : Mustafa Iman | 08:08 WIB - Kamis, 31 Agustus 2017
107 SEBARAN
UNTUK INFORMASI LEBIH LENGKAP, IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL Ilustrasi alat pengisian bahan bakar di SPBU
Ilustrasi alat pengisian bahan bakar di SPBU
© welcomia /Shutterstock.com
Panasnya persaingan antarpebalap dalam kejurnas Indospeed Race Series (IRS) 3 di Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat, pada akhir pekan lalu (26-27/8/2017) juga disertai dengan isu yang beredar menyoal bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan para pebalap diduga telah "basi".
Seperti dikabarkan Sportku.com, beberapa tim mengaku mesin tunggangan para pebalap jebol usai menggunakan bensin yang dipasok Pertamina tersebut.
Apa benar bensin bisa "basi"?
Jika minyak mentah dapat bertahan hingga ratusan juta tahun di bawah tanah, mengapa bensin malah berisiko mengalami kerusakan?
Sebenarnya "basi" yang dimaksud tidak sama dengan makanan yang membusuk, melainkan berubahnya susunan kimia bensin dari produksi awalnya.
Sederhananya begini, pada saat bensin yang digunakan pada kendaraan konsumen, itu adalah zat yang sangat berbeda dari minyak mentah asli.
Faktor lingkungan seperti panas, oksigen, dan kelembaban udara dikatakan dapat memengaruhi kondisi bahan bakar, kata James Speight, seorang konsultan energi dan penulis "Handbook of Petroleum Refining" dalam laman Live Science.
Bensin, lanjut Speight, merupakan senyawa gabungan dari atom karbon dan hidrogen yang terikat bersama, membentuk berbagai senyawa kaya energi yang dikenal sebagai hidrokarbon.
Selama proses penyulingan minyak bumi, para insinyur menghilangkan kotoran seperti belerang, yang bisa membentuk belerang dioksida dan menyebabkan hujan asam.
Kemudian, beberapa zat kimia ditambahkan untuk meningkatkan kinerja bahan bakar dan mencapai angka oktan yang diinginkan. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, angka oktan tadi mewakili berapa banyak kompresi yang terdapat pada bensin. Angka oktan yang lebih tinggi, diklaim lebih baik.
Dengan produk akhir yang hati-hati dikalibrasi, bensin bisa jadi terdiri atas ratusan senyawa yang berbeda, bahkan terlalu banyak untuk dipilah identitas dan karakternya, sambung Speight.
Namun, perawatan dalam menyeimbangkan struktur kimia bensin ini akan sia-sia jika bensin disimpan terlalu lama, kata Richard Stanley, mantan insinyur kimia untuk Fluor Corporation, sebuah firma teknik yang berkantor pusat di Irving, Texas, dan Ascent Engineering yang berbasis di Houston.
Jika membiarkan bensin terlalu lama, lanjut Stanley, hidrokarbon yang lebih ringan mulai menguap dari bensin, dan mesin mobil Anda mungkin tidak dirancang untuk mengantisipasi perubahan struktur kimia itu.
Para ahli sepakat ada terlalu banyak variabel untuk menentukan kapan bensin menjadi sangat buruk, namun mereka menghimbau bahwa bagi pemilik kendaraan ada baiknya berhati-hati dengan penanganan dan penyimpanan bensin.
"Ingat, bensin sangat, sangat tidak stabil," tegas Speight.
Masalah yang akan timbul
Masalah utama yang akan timbul dari pengendapan bensin yang terlalu lama adalah Oksidasi. Hidrokarbon dalam gas bereaksi dengan oksigen menghasilkan senyawa baru yang akhirnya mengubah komposisi kimia pada bahan bakar.
Seperti dijelaskan Autoblog, hal ini dapat menyebabkan endapan atau kerak--disebut sebagai Gum--dalam sistem bahan bakar. Endapan atau kotoran ini bisa menyumbat saluran dan saringan gas, serta lubang kecil di karburator, serta lubang yang lebih kecil lagi pada saluran injektor bahan bakar.
Kendaraan Anda mungkin dapat berjalan, namun akan berdampak buruk bagi mesin. Dan jika hal fatal terjadi, Anda tentunya akan mengeluarkan kocek lebih besar untuk penanganan kasus tersebut.
Berapa lama bensin akan berdampak buruk?
Untuk pertanyaan di atas, tergantung dari sejumlah faktor. Namun cukup sulit untuk mengetahui berapa umur bensin yang tersimpan di SPBU saat Anda beli.
Bisa jadi masih segar dari kilang, atau sudah berumur satu bulan, walau Anda baru kemarin sore membeli bensin di SPBU tersebut.
Agak sulit memang untuk mengidentifikasi hal tersebut, namun hal terbaik yang harus dilakukan adalah jangan terlalu lama menyimpannya saat sudah masuk tangki bahan bakar kendaraan Anda. Karena, bagaimanapun sistem penyimpanan di SPBU jauh lebih baik dari tangki di kendaraan.
Jika Anda ingin menyimpan kendaraan dalam jangka waktu tertentu dan di dalam tangki masih menyisakan bahan bakar, langkah paling bijak adalah mencampurkannya dengan stabilizer bahan bakar.
Namun, jika memang ingin menyimpan kendaraan dalam waktu lama, ada baiknya Anda menguras tangki bahan bakar. Pasalnya, endapan bensin juga dapat membuat sekat (seal), yang umumnya terbuat dari karet, rusak. Alasan lain, stabilizer bahan bakar juga tak dapat bertahan lama.
Saran mekanik
Penjelasan-penjelasan tadi senada dengan apa yang dikatakan Mukti Abdul Rahman, Technical Trainning Instructor PT Wahana Makmur Sejati (WMS) sebagai diler utama Honda di Jakarta-Tangerang.
Menurut Mukti, jika dalam jangka waktu sebulan kendaraan tidak digunakan atau pun tidak dipanaskan, maka bensin akan usang.
"Kalau bensin sudah basi, itu bisa terhisap (fuel pump) tapi tidak akan bisa terbakar, jadi hal itu akan membuat motor jadi bermasalah," jelasnya, menukil DetikOto.
Mukti menjelaskan bahwa unsur kimia pada bahan bakar yang tersimpan lama berpotensi berubah dan terkontaminasi dengan logam yang ada di dalamnya.
"Terus ada saluran udara keluar, itu juga bisa terkontaminasi," tandasnya.
Mukti juga menyarankan agar tidak memarkir motor di ruang terbuka. Sebab motor akan secara langsung terpapar sinar matahari.
"Bensin di tangkinya menguap, uapnya saja sudah air, dan airnya pasti turun di bawah. Itu yang bisa pengaruhi daya tahan fuel pump," pungkasnya.
https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/mengapa-bensin-bisa-basi
Power Green Tech ...solusinya....
Mendiamkan bensin terlalu lama dalam kendaraan akan membuat senyawa kimianya berubah dan bisa berakibat buruk pada kendaraan itu.