Kelompok Pencinta Museum Indonesia

Kelompok Pencinta Museum Indonesia Kelompok Pencinta Museum Indonesia didirikan oleh beberapa orang karena minat yang sama untuk mengunjungi museum-museum di Indonesia. MISI :

1.

Grup ini dikelola oleh Kelompok Pencinta Museum Indonesia (KPMI), yang peduli terhadap keberadaan Museum dan C***r Budaya Indonesia. VISI & MISI KPMI, 2013-2016 :

VISI :
Melalui museum melestarikan warisan budaya. Memperkenalkan dunia permuseuman kepada segenap kalangan masyarakat.
2. Memberikan masukan mengenai tata kelola permuseuman kepada pihak Museum.
3. Membantu program museum agar dapat me

njadi objek pendidikan, objek kebudayaan dan objek pariwisata yang berkualitas. VISI KPMI 2017 - sekarang :
Melalui Museum dan C***r Budaya Lestarikan Budaya Bangsa Indonesia

MISI KPMI :

Misi dari Kelompok Pencinta Museum Indonesia :

1. Memperkenalkan dunia permuseuman serta keberadaan c***r budaya Indonesia kepada segenap kalangan masyarakat.
2. Memberi masukan mengenai tata kelola permuseuman kepada pihak museum.
3. Memberi masukan mengenai pelestarian dan perlindungan c***r budaya kepada intansi pemerintah yang berwenang mengelola keberadaan c***r budaya di Indonesia.
4. Membantu program pemerintah dan swasta dalam bidang permuseuman dan c***r budaya agar dapat menjadi objek pendidikan, objek kebudayaan, serta objek pariwisata yang berkualitas. Moto : Ayo Kunjungi Museum dan C***r Budaya Indonesia


Untuk mengetahui lebih banyak tentang KPMI, silahkan ikuti account KPMI :

Fan Page : Kelompok Pencinta Museum Indonesia
Fan Page : C***r Budaya Indonesia
Group FB : Museum di Hatiku
Instagram : .indonesia

Moto : Ayo Kunjungi Museum dan C***r Budaya Indonesia

HAI KAWAN BRIN…🙏Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah, Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa dan Sastra menyelenggar...
11/08/2026

HAI KAWAN BRIN…🙏
Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah, Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa dan Sastra menyelenggarakan Webinar Series Forum Kebhinekaan, kali ini memasuki Seri #38 dengan tema: “Pertemuan Islam dan Budaya Lokal dalam Perspektif Arkeologi: Menafsir Ulang Jejak Islamisasi di Nusantara”
Islamisasi di Nusantara merupakan proses historis yang berlangsung secara bertahap melalui interaksi antara masyarakat Muslim dengan beragam tradisi lokal. Berbeda dengan narasi yang memandang Islamisasi sebagai proses yang bersifat linear atau sepenuhnya berasal dari pengaruh luar, berbagai penelitian arkeologi menunjukkan bahwa penyebaran Islam di Nusantara berlangsung melalui proses negosiasi, adaptasi, dan transformasi budaya. Dalam konteks tersebut, masyarakat lokal tidak hanya menjadi penerima pengaruh Islam, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk ekspresi budaya Islam yang khas sesuai dengan kondisi sosial, politik, ekonomi, dan lingkungan setempat. Arkeologi berperan penting dalam mengungkap dinamika tersebut melalui bukti-bukti material yang dapat melengkapi, menguji, dan memperluas pemahaman yang diperoleh dari sumber-sumber tertulis dan tradisi lisan.
Tinggalan berupa makam kuna, batu nisan berinskripsi, ragam hias, permukiman, masjid, hingga jaringan transportasi dan perdagangan memperlihatkan bagaimana identitas Islam berkembang melalui interaksi dengan tradisi lokal. Webinar ini menghadirkan tiga kajian yang merepresentasikan isu-isu strategis dalam arkeologi Islam.

Webinar seri #38 kali ini menampilkan tiga narasumber yaitu:
a. Drs. Masyhudi, M.Hum,
Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah, OR ARBASTRA
“Reinterpretasi Angka Tahun Makam Fatimah binti Maimun, Gresik”

b. Dr. Tendi :
Jurusan Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin dan
Adab, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
“Jaringan Sungai dan Islamisasi di Daerah Aliran Sungai Cimanuk, Jawa Barat (Abad XV–XIX)”

c. Hasrianti, S.S., M.Hum
Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah, OR ARBASTRA
“Makna Ragam Hias pada Makam Yunus bin Ali Afandi, Bontoala”

Kawan BRIN yang berminat dapat gabung dalam link zoom meeting atau di kanal YouTube
Klik selengkapnya di https://s.brin.go.id/m/Webinar38
🗓️ Rabu, 12 Agustus 2026
🕐 09.00 WIB – Selesai
🔗 Join zoom meeting:
Join Zoom Meeting
https://brin-go-id.zoom.us/j/97060203436?pwd=Wtc82Fe8ZXg6YlfXZ3ypdcHbIBUnp8.1
Meeting ID: 970 6020 3436
Passcode: 931923

---🔗 Live streaming YouTube:
https://youtube.com/live/kxBbOiBdPtM?feature=share
Sampai jumpa… 🙋🏻‍♀️

11/08/2026
11/08/2026
*Kajian Sejarah Publik**Persaudaraan Anak Pejuang Empat Lima Surabaya (PAPELS)* berkerja sama dengan *Begandring Soeraba...
11/08/2026

*Kajian Sejarah Publik*

*Persaudaraan Anak Pejuang Empat Lima Surabaya (PAPELS)* berkerja sama dengan *Begandring Soerabaia* dengan bangga mempersembahkan _*Kajian Publik Tokoh-Tokoh Pejuang 45 Surabaya*_ yang akan dilaksanakan pada :

Hari : Jumat.
Tanggal : 14 Agustus 2026.
Jam : 19.00 WIB.
Lokasi : Lodji Besar Peneleh.

Narasumber :
*Achmad Zaki Yamani*
*Begandring Soerabaia*

Moderator :
*Aaron Sava Nasyith Dakara*
*Persaudaraan Anak Pejuang Empat Lima Surabaya*

Peserta kajian publik berkesempatan mendapatkan *4 voucher Lodji Besar dan beberapa hadiah menarik lainnya*

Ratusan tokoh-tokoh Pejuang 45 wajib diketahui oleh khalayak ramai terkhusus warga Kota Pahlawan Surabaya, mereka terdiri dari para sipil, elit sipil, sipil bersenjata, elit sipil bersenjata, militer dan elit militer.

Siapa sajakah mereka ?, yuk ramai-ramai kita ikuti kajian sejarah ini.

Silahkan, monggo, toreh





09/08/2026
07/08/2026
*📢 SEMINAR INTERNASIONAL BUDAYA MELAYU PESISIR SELAT MELAKA**"Bāb al-Qawā'id dan Kesultanan Islam Nusantara"**🎙 Keynote ...
07/08/2026

*📢 SEMINAR INTERNASIONAL BUDAYA MELAYU PESISIR SELAT MELAKA*

*"Bāb al-Qawā'id dan Kesultanan Islam Nusantara"*

*🎙 Keynote Speaker*
*• Dr. Afni Z, S.A.P., M.Si.* – Bupati Siak
*• Prof. Dr. S. Salahudin Suyurno* – Presiden PIPSM
*• Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si., M.Phil.* – Rektor IAITF Dumai / Sekjen PIPSM

*🎤 Narasumber*
• Ustaz Ahmad Syarifuddin, SH (IAITF Dumai)
• Prof. Dr. Hj. R.A. Huzaifah Dato' Hasim, SE (DMDI International College, Malaysia)
• Dr. Azizur Rahman Ramli (Universiti Teknologi MARA Cawangan Johor, Malaysia)
• Datuk Seri Drs. H. Arfan Usman, M.Pd (Ketua DPH LAMR Kabupaten Siak)
• Dr. M. Hatta, M.Pd (Ketua STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak)

🗓 Hari/Tanggal: Rabu, 12 Agustus 2026
🕘 Waktu: 09.00 WIB
*📍 Hybrid System*
• Ruang Raja Indra Pahlawan Lt. 2, Kantor Bupati Siak
• Zoom Meeting
*Link Zoom:*
https://us06web.zoom.us/j/87232668933?pwd=t7ZTVcn6o8eazPcRqPjpQl0M8Nq39m.1

💻 Meeting ID: 872 3266 8933
🔑 Passcode: 764422

📝 Pendaftaran:
https://bit.ly/SeminarSelatMelaka-IAITF2026

07/08/2026

What happened to the people of Lebak after Multatuli left? Join us for a film screening, book launch, and discussion. 🎬📚🇮🇩🇳🇱

After Multatuli Left:
Lebak Trapped Between Local Feudalism and Dutch Colonialism
Film Screening, Book Launch & Discussion

🗣️ Speakers:
Arjan Onderdenwijngaard (author)
Andi Achdian (historian)
Moderated by Annayu Maharani

🗓️ Thursday, August 13, 2026
🕕 18:00

📍 Erasmus Huis
Jl. H. R. Rasuna Said Kav. S-3
Jakarta Selatan

🆓 FREE | No registration required

The 2021 documentary After Multatuli Left explores what has or has not changed in Lebak since Max Havelaar was published in 1860. Directed by Yogi D. Sumule, the film follows Arjan Onderdenwijngaard as he revisits Badur and connects with individuals he first filmed 32 years ago.The event also marks the launch of his book, Lebak, Kota Multatuli: Terjebak antara Feodalisme Lokal dan Kolonialisme Belanda published by Marjin Kiri. The book, originally published in Dutch in 2021, offers a rich sociological and cultural portrait of how Multatuli and his work continue to transform within the collective memory of modern Indonesia. During the launch, copies of the book will be presented to DPR member Bonnie Triyana and Head of Museum Multatuli Ubaidilah Muchtar.

Address

Lovemuseumku@gmail. Com
Jakarta

Telephone

+6285692369538

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kelompok Pencinta Museum Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kelompok Pencinta Museum Indonesia:

Shortcuts

Share