SRS AUTOMATIC

SRS AUTOMATIC BENGKEL MOBIL SPECIALIST TRANSMISI AUTOMATIC Specialist automatic transmission

25/11/2018
30/04/2018
26/12/2017

CIRI-CIRI TRANSMISI MATIC MOBIL MULAI RUSAK
Salah satu dari sebagian besar pemilik mobil pasti pernah mengalami masalah pada TRANSMISI atau PERSNELING.
Perilaku salah dalam mengendarai mobil matic dapat membuat usia transmisi ini lebih cepat rusak.

"Kerusakan transmisi otomatis 85% disebabkan kelalaian mengganti oli transmisi, 10% karena kesalahan pengoperasian dan 5% akibat umur pemakaiannya"
Perlakuan yang salah terhadap transmisi juga bisa mengakibatkan masalah. Walau tidak fatal, kesalahan kecil ini menjadi awal dari kerusakan transmisi matic anda secara keseluruhan.

1. Tidak memindahkan posisi tuas ke N saat berhenti lama
Kadang pengendara mobil yg bertransmisi matic terbuai dengan kemudahan yang diberikannya. Termasuk ketika berhenti lama di tengah kemacetan atau saat lampu merah. Kondisi ini membuat transmisi bekerja ekstra, karena harus bekerja disaat suplai udara segar terbatas.
Sebaiknya, pindah posisi tuas ke N ketika anda sedang berhenti dengan waktu yang lebih dari 60 detik. Hal ini bertujuan agar pelumas di transmisi tidak meningkat drastis ketika menghadapi kondisi seperti itu.

2. Langsung tancap gas setelah memindah tuas ke D
Lantaran terburu-buru, kerap pengendara mobil yg bertransmisi matic langsung memindahkan posisi tuas ke D dan menginjak pedal gas seketika itu, padahal transmisi perlu waktu untuk melakukan proses "Engage" dengan memindahkan tekanan fluida ke arah torque conventer. Bila kebiasaan ini tidak dihentikan, maka katup solenoid di dalam transmisi lebih mudah rusak sehingga kerusakan rentan terjadi

3. Sering melakukan engin brake berlebihan
Untuk memperoleh engine brake, transmisi otomatis boleh digunakan pada posisi gigi yang lebih rendah. Namun sebaiknya lakukan perpindahan pada putaran mesin dibawah 3000 Rpm. Sebab, bila diatas angka itu, akibatnya terjadilah hard friction yang mengurangi umur pakai dari kopling gesek didalam transmisi matic

4. Mesin bekerja diputaran yang cukup tinggi
Untuk memperoleh kemampuan berakselerasi optimal, putaran mesin pun perlu dijaga. Salah satunya dengan mempertahankakn posisi gigi yang tepat, agar mesin bekerja diputaran yang cukup tinggi.

Tapi perilaku ini tidak cocok ketika kita menggunakan transmisi matic, karena transmisi ini menggunakan kampas kopling basah, membuat selip menjadi sangat mudah terjadi, apalagi bila pengemudi kerap memindahkan posisi tuas transmisi yang berefek pada longgarnya beraring pada mainshaft. Kejadian ini ditandai dengan gejala semakin lamanya perpindahan antara gigi yang ada. Hal ini hanya bisa terjadi ketika putaran mesin hampir pada Redline. saran saya jangan mengurangi gigi pada saat putaran tinggi

5. Perpindahan dari D ke R saat melaju
Pengoperasian tuas ketika pengendara hendak parkir, tentu memerlukan kecepatan tangan dalam memindahkan tuas. Tapi, jika dilakukan dengan kasar, maka transmisi otomatis dapat berakibat kerusakan internal maupun eksternal ditransmisi. Didalam, kerusakan yang terjadi pada planetrary gear dan one way clutch. Sementara komponen diluar transmisi yang bisa terpengaruh seperti cross joint pada as kopel, engine mounting dan as roda pada penggerak roda depan

6. Menahan transmisi di posisi gigi 1 secara terus menerus
kadang kebutuhan engine brake dan performa akselerasi dijalan menurun atau menanjak yang curam memerlukan transmisi berada di posisi gigi 1. Tapi, sebaiknya kondisi ini hanya dipergunakan ketika diperlukan saja. Dalam kondisi normal, hal ini perlu dihindari. Sebab, beban kopling semakin berat, apalagi bila dilanjutkan dengan perpindahan ke posisi gigi yang lebih tinggi pada transmisi otomatis. Dimana masih menggunakan katup membuat performa komponen per dibalik aktuator piston tersebut bisa bermasalah akibat tekanan berlebih. Hal ini kemudian mengakibatkan perpindahan menjadi tidak nyaman atau menyentak. Jika sampai terjadi, terpaksa harus melakukan penggantian komponen

Masalah yang biasanya terjadi pada pengguna mobil bertransmisi matic

Dijalan kencang tiba-tiba transmisi Lost Power (Ngedrop)
Gigi seperti ngunci digigi paling atas, kalau masuk dari N ke D. Meski pedal gas diinjak untuk menjalankan mobil (harusnya matic, ketika sudah dimasukkan ke posisi D maju pelan
Tombol OD (Over Drive tidak jalan)
Sudah masuk gigi R, Mobil tidak mundur
Mobi bergetar ketika dipacu pada kecepatan tinggi
Bau terbakar diarea transmisi
Susah oper gigi

Pemeriksaan dan Penanganan pertama
Reset ECU
Jika hasil masih sama saja atau masih ada problem ditransmisi lanjut ke langkah berikutnya
Bersihkan Body Valve pada transmisi matic sekalian ganti oli maticnya. Ingat, ganti oli transmisi sesuai dengan spesifikasi dari pabrik.
Jika hasil masih sama saja atau masih ada problem ditransmisi lanjut ke langkah berikutnya
Kuras oli transmisi, dengan tujuan membersihkan kotoran-kotoran yang sudah mengendap dikomponen transmisi, selain itu juga membersihkan kotoran yang menyumbat lubang aliran oli matic. Kuras oli matic ini tidak dapat dilakukan di bengkel sembarangan, soalnya tidak semua bengkel memiliki alat kuras oli matic namanya (ATF Exchanger).
Jika hasil masih sama saja atau masih ada problem ditransmisi bawa ke bengkel spesialis transmisi matic
NB :
Kuras oli matic, setidaknya menghabiskan oli sebanyak 8 liter. Biasanya kalau cuma ganti oli habisnya 4ltr
Kenapa Transmisi harus dibongkar ?
Berikut alasannya :
Transmisi matic harus dioverhaul, untuk memeriksa kondisi dan ketebalan kampas kopling yang terdapat didalam transmisi, selain itu juga membersihkan komponen transmisi dan menghilangkan kotoran-kotoran yang menyumbat aliran oli matic, sebab transmisi matic mengandalkan tekanan fluida/oli ATF, jika tersumbat kotoran sedikit saja, maka transmisi akan trouble karena lubang dibody valve sangat kecil.

Demikianlah info mengenai ciri-ciri kerusakan pada transmisi matic.
Jagalah kondisi transmisi matic anda agar pemakaian dapat bertahan lebih lama.

Mau tanya-tanya seputar transmisi automatic? Bingung punya mobil matic?? Susah ngerawat mobil dengan transmisi matic??
Silakan menghubungi No : 081932002277 (SRS Automatic)

19/09/2016

Learn how to build a 4L60E transmission that can handle over 1,000 horsepower! We'll show you the steps and parts to achieve high-tech performance.

12/03/2016

Mengenal istilah KiCK DOWN pada pemakian trnasmisi automatic :
Pada saat melalui jalan menanjak, pengemudi mobil manual biasanya menurunkan gigi transmisi ke posisi lebih rendah, untuk mendapatkan torsi yang besar. Namun, tindakan akan berbeda, saat mengendarai mobil dengan transmisi otomatis (matik).
Pada jenis mobil bertransmisi otomatis, ada istilah “kickdown”. Perilaku ini merupakan mekanisme untuk bisa berakselerasi spontan dalam kondisi jalan menanjak. Setiap mobil matik, biasanya sudah dilangkapi dengan perangkat ini.

“Kickdown umumnya ada pada semua transmisi otomatis. Ini dibutuhkan untuk mendapatkan akselerasi spontan, bahkan untuk mobil matik konvensional sekalipun, kita akan mendapati adanya mekanisme tersebut,”

tahapan kickdown ini terjadi secara otomatis, di mana saat pengemudi menekan pedal gas secara cepat, maka gigi kecepatan pada transmisi matik akan otomatis turun satu tingkat terlebih dahulu, baru naik kembali. Untuk mendapatkan torsi ketika menanjak.

“Cara kerja mekanisme ini, umumnya pengemudi hanya tinggal menginjak pedal gas secara cepat. Dengan itu, maka gigi secara otomatis turun satu tingkat ke posisi gigi lebih rendah sehingga mendapat akselerasi yang cepat, khususnya saat menanjak. Electronic Control Unit (ECU) transmisi matik, akan mendeteksi hal ini dari perbandingan, antara rpm mesin dengan kecepatan kendaraan,”

“Jadi dianjurkan untuk menerapkan kickdown, saat berakselerasi atau berada di jalan tanjakan. Caranya, saya ulangi lagi, tekan saja pedal gas secara tiba-tiba dan penuh saat menanjak, sehingga otomatis terjadi perpindahan gigi ke posisi lebih rendah,”

01/03/2016

CIRI-CIRI TRANSMISI MATIC MOBIL MULAI RUSAK
Salah satu dari sebagian besar pemilik mobil pasti pernah mengalami masalah pada TRANSMISI atau PERSNELING.
Perilaku salah dalam mengendarai mobil matic dapat membuat usia transmisi ini lebih cepat rusak.

"Kerusakan transmisi otomatis 85% disebabkan kelalaian mengganti oli transmisi, 10% karena kesalahan pengoperasian dan 5% akibat umur pemakaiannya"
Perlakuan yang salah terhadap transmisi juga bisa mengakibatkan masalah. Walau tidak fatal, kesalahan kecil ini menjadi awal dari kerusakan transmisi matic anda secara keseluruhan.

1. Tidak memindahkan posisi tuas ke N saat berhenti lama
Kadang pengendara mobil yg bertransmisi matic terbuai dengan kemudahan yang diberikannya. Termasuk ketika berhenti lama di tengah kemacetan atau saat lampu merah. Kondisi ini membuat transmisi bekerja ekstra, karena harus bekerja disaat suplai udara segar terbatas.
Sebaiknya, pindah posisi tuas ke N ketika anda sedang berhenti dengan waktu yang lebih dari 60 detik. Hal ini bertujuan agar pelumas di transmisi tidak meningkat drastis ketika menghadapi kondisi seperti itu.

2. Langsung tancap gas setelah memindah tuas ke D
Lantaran terburu-buru, kerap pengendara mobil yg bertransmisi matic langsung memindahkan posisi tuas ke D dan menginjak pedal gas seketika itu, padahal transmisi perlu waktu untuk melakukan proses "Engage" dengan memindahkan tekanan fluida ke arah torque conventer. Bila kebiasaan ini tidak dihentikan, maka katup solenoid di dalam transmisi lebih mudah rusak sehingga kerusakan rentan terjadi

3. Sering melakukan engin brake berlebihan
Untuk memperoleh engine brake, transmisi otomatis boleh digunakan pada posisi gigi yang lebih rendah. Namun sebaiknya lakukan perpindahan pada putaran mesin dibawah 3000 Rpm. Sebab, bila diatas angka itu, akibatnya terjadilah hard friction yang mengurangi umur pakai dari kopling gesek didalam transmisi matic

4. Mesin bekerja diputaran yang cukup tinggi
Untuk memperoleh kemampuan berakselerasi optimal, putaran mesin pun perlu dijaga. Salah satunya dengan mempertahankakn posisi gigi yang tepat, agar mesin bekerja diputaran yang cukup tinggi.

Tapi perilaku ini tidak cocok ketika kita menggunakan transmisi matic, karena transmisi ini menggunakan kampas kopling basah, membuat selip menjadi sangat mudah terjadi, apalagi bila pengemudi kerap memindahkan posisi tuas transmisi yang berefek pada longgarnya beraring pada mainshaft. Kejadian ini ditandai dengan gejala semakin lamanya perpindahan antara gigi yang ada. Hal ini hanya bisa terjadi ketika putaran mesin hampir pada Redline. saran saya jangan mengurangi gigi pada saat putaran tinggi

5. Perpindahan dari D ke R saat melaju
Pengoperasian tuas ketika pengendara hendak parkir, tentu memerlukan kecepatan tangan dalam memindahkan tuas. Tapi, jika dilakukan dengan kasar, maka transmisi otomatis dapat berakibat kerusakan internal maupun eksternal ditransmisi. Didalam, kerusakan yang terjadi pada planetrary gear dan one way clutch. Sementara komponen diluar transmisi yang bisa terpengaruh seperti cross joint pada as kopel, engine mounting dan as roda pada penggerak roda depan

6. Menahan transmisi di posisi gigi 1 secara terus menerus
kadang kebutuhan engine brake dan performa akselerasi dijalan menurun atau menanjak yang curam memerlukan transmisi berada di posisi gigi 1. Tapi, sebaiknya kondisi ini hanya dipergunakan ketika diperlukan saja. Dalam kondisi normal, hal ini perlu dihindari. Sebab, beban kopling semakin berat, apalagi bila dilanjutkan dengan perpindahan ke posisi gigi yang lebih tinggi pada transmisi otomatis. Dimana masih menggunakan katup membuat performa komponen per dibalik aktuator piston tersebut bisa bermasalah akibat tekanan berlebih. Hal ini kemudian mengakibatkan perpindahan menjadi tidak nyaman atau menyentak. Jika sampai terjadi, terpaksa harus melakukan penggantian komponen

Masalah yang biasanya terjadi pada pengguna mobil bertransmisi matic

Dijalan kencang tiba-tiba transmisi Lost Power (Ngedrop)
Gigi seperti ngunci digigi paling atas, kalau masuk dari N ke D. Meski pedal gas diinjak untuk menjalankan mobil (harusnya matic, ketika sudah dimasukkan ke posisi D maju pelan
Tombol OD (Over Drive tidak jalan)
Sudah masuk gigi R, Mobil tidak mundur
Mobi bergetar ketika dipacu pada kecepatan tinggi
Bau terbakar diarea transmisi
Susah oper gigi

Pemeriksaan dan Penanganan pertama
Reset ECU
Jika hasil masih sama saja atau masih ada problem ditransmisi lanjut ke langkah berikutnya
Bersihkan Body Valve pada transmisi matic sekalian ganti oli maticnya. Ingat, ganti oli transmisi sesuai dengan spesifikasi dari pabrik.
Jika hasil masih sama saja atau masih ada problem ditransmisi lanjut ke langkah berikutnya
Kuras oli transmisi, dengan tujuan membersihkan kotoran-kotoran yang sudah mengendap dikomponen transmisi, selain itu juga membersihkan kotoran yang menyumbat lubang aliran oli matic. Kuras oli matic ini tidak dapat dilakukan di bengkel sembarangan, soalnya tidak semua bengkel memiliki alat kuras oli matic namanya (ATF Exchanger).
Jika hasil masih sama saja atau masih ada problem ditransmisi bawa ke bengkel spesialis transmisi matic
NB :
Kuras oli matic, setidaknya menghabiskan oli sebanyak 8 liter. Biasanya kalau cuma ganti oli habisnya 4ltr
Kenapa Transmisi harus dibongkar ?
Berikut alasannya :
Transmisi matic harus dioverhaul, untuk memeriksa kondisi dan ketebalan kampas kopling yang terdapat didalam transmisi, selain itu juga membersihkan komponen transmisi dan menghilangkan kotoran-kotoran yang menyumbat aliran oli matic, sebab transmisi matic mengandalkan tekanan fluida/oli ATF, jika tersumbat kotoran sedikit saja, maka transmisi akan trouble karena lubang dibody valve sangat kecil.

Demikianlah info mengenai ciri-ciri kerusakan pada transmisi matic.
Jagalah kondisi transmisi matic anda agar pemakaian dapat bertahan lebih lama.

17/08/2014
09/04/2014

Address

Jalan Raya Lenteng Agung No: 2B
Jakarta
12550

Telephone

+6281932002277

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SRS AUTOMATIC posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share