Yan Arta.Suzuki Bali

Yan Arta.Suzuki Bali Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Yan Arta.Suzuki Bali, Automotive, aircraft & boat, Jalan Dewi Sri Gang salak 1 batubulan, Denpasar.

penjualan mobil Suzuki baru secara cash ataupun kredit, kredit dengan uang muka terendah dan dengan angsuran yang amat terjangkau p**a tentunya, proses kredit kami bantu sampai acc,

PROMO PICKUP NEW CARRY‼️ cukup hanya dengan Rp 1 juta sudah bisa di proses‼️✔️ Dp 5 juta✔️ Angsuran 4 juta-an✔️ Bisa cas...
09/07/2026

PROMO PICKUP NEW CARRY

‼️ cukup hanya dengan Rp 1 juta sudah bisa di proses‼️

✔️ Dp 5 juta
✔️ Angsuran 4 juta-an
✔️ Bisa cash dan kredit
✔️ Bisa tukar tambah segala merk
✔️ Cashback besaaaar

Info pemesanan
Wa 083114261197

🚛 PROMO SPESIAL SUZUKI NEW CARRY BULAN INI! 🚛Saatnya memiliki partner usaha yang tangguh dan hemat!💥 DP MULAI 5 JUTA 💥 A...
03/07/2026

🚛 PROMO SPESIAL SUZUKI NEW CARRY BULAN INI! 🚛

Saatnya memiliki partner usaha yang tangguh dan hemat!

💥 DP MULAI 5 JUTA 💥 ANGSURAN MULAI 4 JUTA-AN

Keunggulan Suzuki New Carry: ✅ Bak lebih luas, muat lebih banyak ✅ Mesin 1.5L K15B bertenaga dan irit bahan bakar ✅ Rangka kuat dan kokoh ✅ Kabin lega dan nyaman ✅ Suspensi tangguh di berbagai medan ✅ Biaya perawatan ekonomis ✅ Jaringan bengkel Suzuki luas di seluruh Indonesia

Cocok untuk berbagai kebutuhan usaha seperti: ✔️ Sembako ✔️ Material bangunan ✔️ UMKM ✔️ Distribusi barang ✔️ Pertanian & Perkebunan

📞 Hubungi sekarang juga! Mariarta 0831-1426-1197

Promo terbatas selama bulan ini! Jangan lewatkan kesempatan memiliki Suzuki New Carry, pickup andalan yang tangguh, irit, dan siap mendukung kesuksesan usaha Anda. Persediaan terbatas, segera booking sekarang!

PT Pertamina Patra Niaga membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya pembatasan pembelian BBM subsi...
14/06/2026

PT Pertamina Patra Niaga membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya pembatasan pembelian BBM subsidi jenis Pertalite maksimal Rp50 ribu per transaksi.

Isu tersebut mencuat setelah harga BBM nonsubsidi Pertamax mengalami kenaikan pada 10 Juni 2026. Sejumlah unggahan di media sosial mengaitkan kabar pembatasan itu dengan potensi perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite.

Menanggapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan maupun instruksi pemerintah yang membatasi pembelian Pertalite berdasarkan jenis kendaraan, merek, maupun kapasitas mesin.

Pernyataan serupa juga disampaikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang memastikan tidak ada pembatasan pembelian Pertalite bagi kendaraan roda dua. Pemerintah menegaskan pengguna motor tetap dapat membeli Pertalite seperti biasa tanpa aturan pembatasan khusus.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, mengaku sedih melihat polemik yang menerpa Program Makan Bergizi Grat...
14/06/2026

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, mengaku sedih melihat polemik yang menerpa Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Bahkan, Nanik mengaku sampai menangis karena menilai niat baik Presiden untuk memperbaiki gizi anak-anak Indonesia justru diduga disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.

Dalam podcast di kanal YouTube Total Politik, Nanik menegaskan bahwa Prabowo memiliki ketulusan besar dalam menjalankan program MBG dan tidak memiliki motif lain selain meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia.

"Gua enggak tega deh sama Presiden. Dia enggak pernah punya maksud jahat. Dia enggak pernah punya motivasi dia menang 2029. Gua tahu, gua ikut beliau 14 tahun. Dia pingin anak-anak Indonesia ini terpenuhi gizinya. Dia pingin anak-anak Indonesia ini tidak ada yang kelaparan," kata Nanikk, dikutip Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, yang membuat dirinya terpukul adalah ketika niat baik tersebut justru berujung pada persoalan hukum yang kini sedang diusut aparat penegak hukum.

"Aduh, saya dilukai kayak gitu, gua jadi nangis nih. Kenapa orang sebaik dia gitu mesti dikhianati? Saya pun bukan melihat dia sebagai Presiden, tapi sebagai manusia yang sangat punya ketulusan, punya perhatian besar terhadap anak-anak Indonesia, terus dikhianati," ujarnya.

Pernyataan itu muncul ketika host menyinggung kemungkinan adanya oknum di lingkungan BGN yang memanfaatkan program MBG untuk kepentingan tertentu.

Saat ditanya apakah Presiden selama ini banyak ditipu oleh oknum di BGN, Nanik memberikan jawaban yang memancing perhatian.

"Gua enggak tahu ya, kalau enggak ditipu kan enggak di Kejaksaan, Bro," katanya.

Nanik juga mengungkapkan bahwa selama menjabat di BGN dirinya tidak banyak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan strategis, termasuk soal pengadaan barang maupun kebijakan operasional.

"Gua tuh enggak pernah diajakin rapat. Kalau mau RDP aja saya tanya bahan, dikasihnya besok pagi mau RDP ini bahan. Jadi gua enggak tahu yang disusun ini apa, gua kagak ngerti," ujarnya.

Ia bahkan mengaku tidak mengetahui berbagai pengadaan yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

"Ini rapat keputusan mau kaos kaki kek, mau apa kek, mau apa, itu pengadaannya ramai-ramai tuh, seupit kucing pun gua kagak ngerti," kata Nanik.

Nanik menyebut sejak awal dirinya lebih banyak bergerak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan untuk melihat kondisi pelaksanaan program MBG secara langsung. Langkah tersebut dilakukan agar Presiden mengetahui situasi sebenarnya di lapangan.

"Gua mikir gini, gua harus cari perhatian Presiden nih biar melihat kenyataan yang sebenarnya. Jadi bukan gua mengadu. Gua cuma sidak menunjukkan kepada Presiden atau semua, 'ini lho ada yang seperti ini'," ungkapnya.

Menurut Nanik, kondisi yang diwariskan kepemimpinan sebelumnya membuat jajaran pimpinan BGN saat ini menghadapi pekerjaan berat dalam melakukan pembenahan.

"Gua sedih, gua sedih sesedih-sedihnya. Saking sedihnya gua ini kalau ada pilihan gua enggak mau jadi kepala BGN. Capek banget Bro. Ini udah kami ini bukan sekarang ini bukan from zero, from minus 10 mungkin 20 atau berapa," pungkas Nanik.

– Ngakan Made Kelaci (60) asal Banjar Blumbang Kelurahan ,Kawan Bangli ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kolam l...
14/06/2026

– Ngakan Made Kelaci (60) asal Banjar Blumbang Kelurahan ,Kawan Bangli ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kolam lele miliknya yang berlokasi di areal persawahan Subak Palak, tepatnya di sebelah Utara Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B pada Jumat (12/6/2026). Kuat dugaan pensiunan pegawai negri ini meninggal dunia karena tersengat arus listrik saat membuat kandang ayam.
Informasi yang berhasil dihimpun, kronologis kejadian berawal saksi Atyanto Tasi bermaksud meminjam arko milik korban untuk mengangkut pakan ayam. Karena beberapa kali dipanggil, korban tidak menyahut lantas buruh ternak ayam ini masuk ke pondok korban.Saksi mendapati lampu pondok mati. Selanjutnya saksi menyalakan lampu dan sempat duduk sambil memanggil korban namun tidak ada yang menyahut. Saksi kemudian sempat menoleh ke kolam lele milik korban yang berada persis di samping pondok.
Alangkah terkejutnya saksi ketika melihat korban dalam keadaan kaku, tangan kiri memegang kayu dan kaki kiri berada di atas air serta posisi kepala terendam di air kolam .
Kemudian saksi menghubungi bosnya tempat bekerja I Nyoman Arta Budi Sujana. Mendapat informasi seperti itu I Nyomani Arta Budi Sujana menghubungi rekannya Tangkas Senawirawan dan kemudian langsung meluncur ke lokasi. Sesampai di lokasi Tangkas Senawirawan menghubungi pihak keluarga korban dan selanjutnya pihak keluarga melapor ke pihak Kepolisian.
Kapolsek Bangli Kompol I Gusti Made Sudarma Putra saat dikonfirmasi Sabtu (13/6/2026) membenarkan adanya kejadian tersebut.
”Menindaklanjuti laporan petugas dari Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Bangli telah turun melakukan olah TKP,” ujar Kompol Sudarma Putra.
Beber Kompol Sudarma Putra adapun hasil olah TKP diantaranya korban ditemukan mengapung di kolam sambil memegang papan kayu. Selain itu korban mengalami luka pada bagian gusi dan mulut sebelah kiri keluar darah serta lebam di bahu sebelah kanan.
“Pada bagian lengan kanan sudah kaku dan memegang mesin gerinda dan tangan bagian kiri memegang colokan warna putih yang diduga masih ada aliran listrik,” jelasnya.
Disamping itu hasil olah TKP dan pemeriksaan luar jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Setelah olah TKP selanjutnya pada pukul l 21.30 Wita, jenazah dibawa ke ruang Istalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Bangli. Dari hasil koordinasi dengan pihak keluarga, kata Kompol Sudarma Putra, keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan tidak berkenan untuk dilakukan visum maupun otopsi.
”Korban meninggal dunia akibat dari kelalaiannya tanpa memperhatikan faktor keamanan pada saat menggunakan mesin gerinda tersambung dengan arus listrik yang mengakibatkan korban kesetrum,” jelas Kompol Sudarma Putra. (750)

Gubernur Bali Wayan Koster melepas Peed Aya (pawai) menandai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Sabtu 13 Juni 20...
14/06/2026

Gubernur Bali Wayan Koster melepas Peed Aya (pawai) menandai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Sabtu 13 Juni 2026 di depan Monumen Puputan Bajra Sandi Denpasar.

Gubernur Bali, Wayan Koster didampingi oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ketua DPRD Provinsi Bali memukul Kulkul sebanyak lima (5) kali, sebagai simbol persatuan dan kesatuan.

Pemukulan Kulkul, disambut dengan gambelan gong gede, dari Sancaya Kanti dari desa adat Kesiman, Semar Pagulingan dari briak briuk sepanggul serta gambelan maha merdangga kalpa sekaligus mengiringi siwa nataraja kolaborasi komunitas seni usadhi langu dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
_______________

KOMISARIS PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono, ditetapkan sebagai tersangka kelima korupsi di BGN karena did...
13/06/2026

KOMISARIS PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono, ditetapkan sebagai tersangka kelima korupsi di BGN karena diduga menjadi salah satu aktor utama yang mengatur proyek sejak tahap awal.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa modus pertama yang ditemukan adalah komunikasi dan pengondisian proyek sebelum proses pengadaan resmi dimulai. Andri diduga telah menjalin komunikasi intensif dengan mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung, sejak Februari 2025 untuk membahas rencana pengadaan motor listrik.

Padahal, pada saat itu proses pengadaan belum berjalan secara resmi.

Modus berikutnya adalah mencari jalan agar perusahaan yang sebenarnya tidak memenuhi syarat tetap dapat memenangkan tender.
Berdasarkan hasil penyidikan, PT YAT disebut belum memiliki dealer maupun bengkel aktif sehingga tidak memenuhi persyaratan sebagai vendor pengadaan motor listrik.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Andri diduga bekerja sama dengan tersangka lain berinisial AA dengan mengakuisisi PT ASE. Langkah ini diduga dilakukan untuk memberikan legitimasi dan mempermudah perusahaan memenangkan proyek yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Tak berhenti di situ, penyidik juga menemukan dugaan pengondisian dokumen pengadaan. Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) diduga telah disusun sedemikian rupa agar menguntungkan pihak tertentu.

Setelah itu, para tersangka diduga melakukan mark up atau penggelembungan harga motor listrik. Harga dinaikkan mendekati pagu anggaran yang telah disediakan sehingga membuka ruang keuntungan yang lebih besar.

Modus terakhir adalah manip**asi proses serah terima barang. Penyidik menduga dibuat berita acara serah terima yang seolah-olah menunjukkan seluruh motor listrik telah selesai dirakit dan memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan.

Berdasarkan dokumen tersebut, PT YAT kemudian menerima pembayaran penuh sebesar 100 persen dari nilai kontrak. Padahal, menurut Kejagung, harga maupun spesifikasi motor listrik yang disediakan tidak sesuai dengan standar dan kebutuhan BGN.

WAKIL Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, meminta pemerintah menghentikan sementara oper...
13/06/2026

WAKIL Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, meminta pemerintah menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa libur sekolah.

Menurut Charles, periode libur sekolah merupakan momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk aspek tata kelola, efektivitas, dan akuntabilitas pelaksanaannya.

"Terkait dengan masa libur sekolah, saya justru melihat ini sebagai momentum yang tepat untuk menghentikan sementara operasional SPPG dan melakukan evaluasi secara total," kata Charles.

Ia menilai pemerintah tidak perlu memaksakan operasional program apabila berbagai persoalan mendasar dalam pelaksanaannya masih belum diperbaiki. Charles juga meminta pemerintah berani melakukan koreksi jika ditemukan kelemahan dalam program yang menjadi salah satu program prioritas nasional tersebut.

Menurut dia, keberhasilan MBG tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran yang terserap atau banyaknya titik layanan yang dibuka, melainkan dari sejauh mana program tersebut mampu menjawab persoalan gizi masyarakat secara efektif.

"Ukuran keberhasilan program ini bukan seberapa cepat anggarannya dihabiskan atau seberapa banyak titik yang dibuka, tetapi seberapa efektif program ini bisa menjawab persoalan gizi masyarakat dan seberapa baik uang rakyat dikelola secara transparan dan akuntabel," ujarnya.

Charles juga mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap tata kelola program MBG. Desakan itu muncul setelah mencuat informasi mengenai pembengkakan jumlah titik SPPG atau dapur MBG yang sebelumnya diungkap Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Menurut Charles, evaluasi dan audit penting dilakukan agar program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan, sekaligus memastikan penggunaan anggaran negara berlangsung secara transparan, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Ia berharap masa libur sekolah dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan pembenahan sehingga ketika program kembali berjalan, manfaatnya dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat, khususnya para siswa sebagai penerima manfaat utama.

Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa yang memadati kawasan ikonik Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, diwarnai aksi s...
13/06/2026

Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa yang memadati kawasan ikonik Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, diwarnai aksi solidaritas kemanusiaan yang menyentuh dari sekelompok ibu-ibu dengan mendirikan posko logistik gratis. Posko swadaya tersebut secara intensif menyalurkan bantuan berupa makanan ringan dan pasokan air minum kemasan bagi para demonstran mahasiswa yang kelelahan di lapangan. Tidak sekadar membagikan logistik, para relawan perempuan ini juga aktif memberikan imbauan keselamatan dan mengingatkan para peserta aksi untuk senantiasa menjaga kondisi kesehatan fisik serta menjaga komunikasi reguler dengan pihak keluarga selama demonstrasi berlangsung.

KEPUTUSAN pemerintah memangkas target pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) dari 80.000 menjadi 40.000 u...
13/06/2026

KEPUTUSAN pemerintah memangkas target pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) dari 80.000 menjadi 40.000 unit memunculkan banyak pertanyaan baru di tengah masyarakat.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 KMP di seluruh Indonesia. Namun Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyatakan pemerintah kini mengubah fokus dari mengejar jumlah menjadi memperkuat operasional dan keberlanjutan usaha koperasi. Target pembangunan fisik pun dipangkas menjadi sekitar 40.000 koperasi.

Masalahnya, proses pembentukan KMP sudah berjalan sangat jauh.

Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah, dari sekitar 83.000 titik koperasi yang telah terbentuk secara kelembagaan, lebih dari 12.500 lokasi telah selesai dibangun dan sekitar 22.700 lainnya masih dalam proses konstruksi. Sementara itu, sekitar 35.000 titik lahan telah diverifikasi.

Sementara, pantauan di sistem Simkopdes menunjukkan lebih dari 80.000 koperasi tercatat telah memiliki NPWP dan 60.739 lainnya sudah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar: bagaimana nasib sekitar 40.000 KMP yang tidak masuk dalam daftar koperasi yang akan dilanjutkan?

Apakah pembangunan yang sudah berjalan akan dihentikan? Jika ya, siapa yang akan menanggung biaya konstruksi yang sudah dikeluarkan, termasuk pembayaran tukang, material bangunan, dan kontrak-kontrak yang telah berjalan?

Pertanyaan lain yang tak kalah penting menyangkut pengadaan sarana pendukung koperasi. Sejak awal, program KMP digadang-gadang akan didukung kendaraan operasional berupa pikap, sepeda motor, hingga kendaraan roda tiga untuk mendukung distribusi dan aktivitas usaha di desa.

Agrinas sebelumnya telah melakukan pengadaan 160.000 unit, terdiri atas sekitar 80.000 pikap dan 80.000 sepeda motor atau kendaraan roda tiga.

Apakah pengadaan kendaraan tersebut tetap dilanjutkan? Jika sudah ada proses pembelian atau kontrak pengadaan, apakah jumlahnya akan disesuaikan dengan target baru 40.000 koperasi? Lalu bagaimana nasib kendaraan yang telanjur dibeli apabila koperasi penerimanya tidak jadi beroperasi?

Address

Jalan Dewi Sri Gang Salak 1 Batubulan
Denpasar
80227

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yan Arta.Suzuki Bali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Yan Arta.Suzuki Bali:

Shortcuts

Share