Sate Abishafi

Sate Abishafi Sate Ayam dan Kambing Spesialist. Free delivery areal Batam

بسم اللهMadu Al Aziz murni 100%. Tiga varian kemasan.  @250 gram Rp 40.000,  @500 gram 75.000,  @1000 gram, 140.000.
02/04/2021

بسم الله

Madu Al Aziz murni 100%. Tiga varian kemasan. @250 gram Rp 40.000, @500 gram 75.000, @1000 gram, 140.000.

بسم اللهPetikan Hikmah Sirah Nabawiyah (Bab 19: Kabar Bahagia Kedatangan Nabi ﷺ Footnote 2928)© Bagaiamana Umar bin Khat...
27/12/2020

بسم الله

Petikan Hikmah Sirah Nabawiyah (Bab 19: Kabar Bahagia Kedatangan Nabi ﷺ Footnote 2928)

© Bagaiamana Umar bin Khattab radhiallahu 'anhu Menjaga Tauhid Ummat Islam

Jasad Nabi Daniel ‘alaihissalam ditemukan oleh sahabat Abu Musa Al Asy’ariy radhiallahu ‘anhu ketika berjihad melawan bangsa Tartar di daerah Hurmuzan. Jasad Nabi Daniel ‘alaihissalam ditemukan di baitul mal Hurmuzan dan penduduk Hurmuzan menjelaskan bahwa jasad tersebut telah meninggal 300 tahun yang lalu, akan tetapi jasadnya masih utuh dan tidak membusuk sedikit pun.

Lalu Abu Musa Al-Asy’ariy radhiallahu ‘anhu mengirim surat kepada Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu sebagai khalifah saat itu. Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu menjelaskan bahwa itu adalah jasad Nabi Daniel ‘alaihissalam dan memerintahkan untuk menyembunyikan kuburnya.
Diriwayatkan oleh Ibu Abi Syaibah dengan dari sahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu,

عَنْ أَنَسٍ: أَنَّهُمْ لَمَّا فَتَحُوا تُسْتَرَ قَالَ: ” فَوَجَدَ رَجُلًا أَنْفُهُ ذِرَاعٌ فِي التَّابُوتِ , كَانُوا يَسْتَظْهِرُونَ وَيَسْتَمْطِرُونَ بِهِ , فَكَتَبَ أَبُو مُوسَى إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ بِذَلِكَ , فَكَتَبَ عُمَرُ: إِنَّ هَذَا نَبِيٌّ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالنَّارُ لَا تَأْكُلُ الْأَنْبِيَاءَ , وَالْأَرْضُ لَا تَأْكُلُ الْأَنْبِيَاءَ , فَكَتَبَ أَنِ انْظُرْ أَنْتَ وَأَصْحَابُكَ يَعْنِي أَصْحَابَ أَبِي مُوسَى فَادْفِنُوهُ فِي مَكَانٍ لَا يَعْلَمُهُ أَحَدٌ غَيْرُكُمَا قَالَ: فَذَهَبْتُ أَنَا وَأَبُو مُوسَى فَدَفَنَّاهُ

“Tatkala mereka (Abu Musa Al-Asy’Ariy) menaklukan tustur, mereka menemukan jasad seseorang yang hidungnya panjang. Penduduk Hurmuzan ber-isti’anah (minta bantuan) dan meminta hujan dengan perantara jasad tersebut. Abu Musa segera menulis surat kepada Umar bin Khattab. Umar membalas surat: ‘Sesungguhnya ini (jasad tersebut) adalah nabi di antara para nabi. Api tidak akan membakar jasad para Nabi dan bumi tidak akan merusaknya. Hendaklah engkau dan salah seorang sahabatmu menguburkannya di tempat yang tidak ada serorang pun yang mengetahuinya kecuali kalian berdua’. Kemudian aku dan Abu Musa pergi untuk menguburkannya.”

Cara menyembunyikan kubur beliau dengan cara para sahabat menggali 13 lubang kubur di sungai (airnya dibendung sementara) lalu menguburkannya pada salah satu lubang di malam hari sehingga tidak ada yang mengetahui di mana kubur beliau. Tujuan Kahlifah Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu menyembunyikan jasad dari Nabi Daniel ‘alaihissalam karena di khawatirkan akan membuat manusia terjatuh dalam kesyirikan (dengan mengagungkan kuburan, betabrruk, bertawassul dan beirbadah kepadanya) merupakan dosa paling besar dan paling dilarang dalam agama.

Ref:
Mahmudi Arif Dahlan, Kitab Sirah Nabi Muhammad ﷺ, Rauf dan Rahim, Manusia Teragung Sepanjang Masa: Sebuah Studi Komprehensif, hal. 584.

In syaa Allah wil be published in three languages: Indo-English-Arabic.

~~~~~~~~~
Batam, Ahad, 12 Jumadal Ula 1442/27 Desember 2020

By: Mahmudi Abu Shafiyah
SateAbiShafiyah
, InsyaaAllah
-WA:081214311105

بسم الله© Petikan Hikmah Sirah Nabawiyyah~Ketika Doa Terkabul Setelah 3000 Tahun~Allah ﷻ berfirman,رَبَّنَا وَٱبْعَثْ فِ...
26/12/2020

بسم الله

© Petikan Hikmah Sirah Nabawiyyah

~Ketika Doa Terkabul Setelah 3000 Tahun~

Allah ﷻ berfirman,

رَبَّنَا وَٱبْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ.

“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka al Kitab (al-Quran) dan al-Hikmah (as-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Baqarah: 129)

Dengan penuh khusyu’, lama sekali doa itu dipanjatkan Ibrahim ’alaihissalam. Air matanya tumpah. Ia berharap dari anak keturunan Ismail 'alaihissalam kelak ada yang menjadi Nabi-Rasul Allah ﷻ.

Seiring waktu, anak keturunan Ismail 'alaihissalam terus berkembang, tapi belum ada tanda-tanda kenabian akan datang. Hingga kemudian lahirlah seorang bayi, anak keturunan Ismail ‘alaihissalam bernama Muhammad ibn Abdillah. Dialah yang dalam usia 40 tahun diangkat menjadi Nabi. Bahkan, ia menjadi Nabi pamungkas; khatam al-nabiyyin wa al-mursalin, penutup para nabi dan rasul.

Melalui kisah ini, manusia diajarkan agar bersabar menunggu dikabulkannya sebuah doa. Mungkin berbulan-bulan, puluhan tahun, ratusan tahun bahkan ribuan tahun, baru doa itu dikabulkan.

Doa Ibrahim ‘alaihissalam agar dari anak keturunan Ismail ‘alaihissalam ada yang diangkat jadi nabi, baru dikabulkan Allah ﷻ setelah 3000 tahun berlalu. Suatu waktu Nabi ﷺ ditanya, mengapa kenabian jatuh pada dirinya.

Hadits Sahabat Al 'Irbad ibn Sariyah radhiallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda,

أنا دعوةُ أبي إبراهيمَ وبشارةُ عيسى ورؤيا أُمَّي التي رأت وإن أمَّ رسولِ اللهِ ﷺ رأت حينَ وضعَته نورًا أضاءت له قصورُ الشامِ.

“Ini karena doanya Nabi Ibrahim, kabar gembira yang dibawa Nabi Isa, dan mimpi indah ibunda Aminah yang menyaksikan cahaya keluar dari tubuhnya hingga cahaya itu menyinari membuat menyinari istana-istana Syam” [Ibnu Katsir, al-Badayah wa an Nihayah, vol. 2, hal. 256, sanad Bagus dan kuat]

Maka, jangan berputus asa dari terkabulnya doa.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ (فِي رِوَايَةٍ: وَ بَارِكْ) عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

“Ya, Allah. Berilah (yakni, tambahkanlah) shalawat (sanjungan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya, Allah. Berilah berkah (tambahan kebaikan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.” [HR Bukhari, Muslim, dan lainnya. Lihat Shifat Shalat Nabi, hlm. 165-166, karya Al Albani, Maktabah Al Ma’arif].

Ref:
Mahmudi Abu Shafiyah, Kitab Sirah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Yang Rauf dan Rahim, Manusia Teragung Sepanjang Masa: Sebuah Studi Komprehensif, hal. 561.

In syaa Allah, will be published in three languages: Indo-English-Arabic.

~~~~~~~
Batam, 11 Jumadal Ula, 1442/26 Desember 2020

By: Mahmudi Arif Dahlan,
SateAbiShafiyah
, In syaa Allah

بسم الله© MENGARAHKAN PERJALANAN HIDUPUntuk dapat tetap berada di jalur motivasi jangka panjang dengan terus terinspiras...
09/09/2020

بسم الله

© MENGARAHKAN PERJALANAN HIDUP

Untuk dapat tetap berada di jalur motivasi jangka panjang dengan terus terinspirasi untuk berilmu, bersyukur, dan bersabar bukanlah hal yang mudah. Agar kita bisa terjaga di jalur motivasi tersebut dan menjadi seorang Expert, tunjuklah sebuah ‘Bintang Terang”. Bintang terang itu adalah sebuah prestasi terbesar yang kita ingin capai dalam hidup (the ultimate life achievement). Bintang terang juga merupakan sebuah misi suci hidup kita, yang kita yakini sebagai alasan kenapa Allah menghadirkan kita di dunia ini.

Disebut sebagai bintang terang karena: Bintang adalah sesuatu yang tinggi sehingga dalam kata-kata mutiara selalu disebut “menggapai bintang”, artinya ketika kita menentukan bintang terang, tentukanlah sesuatu yang letaknya tinggi. bukan sesuatu yang mudah dicapai. Sedangkan, “terang” bermakna sesuatu yang menarik dan sangat berarti bagi kita. Dengan begitu dia bisa kita jadikan petunjuk arah dan memberikan kita “penerangan” di masa-masa sulit. Semua orang besar dunia memiliki bintang terang. Bill Gates, pendiri Microsoft, memimpikan adanya komputer pribadi di setiap rumah. henry Ford, pendiri Ford Motor Company, memimpikan semua orang bisa memiliki mobil. Tony Fernandes, memimpikan siapa pun bisa terbang.

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imran: 195)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersbada,

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ، فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ أُرَاهُ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

Di surga itu terdapat seratus tingkatan, Allah menyediakannya untuk para mujahid di jalan Allah, jarak antara keduanya seperti antara langit dan bumi. Karena itu, jika kalian meminta kepada Allah, mintalah Firdaus, karena sungguh dia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya ada Arsy Sang Maha Pengasih, dan darinya sumber sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari, no. 2790 dan Ibnu Hibban, no. 4611).

[Kubik Leadership, Seri Ke-32]

~~~~~~~~~~~~~~~~

Batam, Rabu, 21 Muharram1442/ 09 September 2020

By: Mahmudi ‘Sate Abi Shafi’
For my children, I love more than you know





بسم اللهMOTIVASI YANG MENCELAKAKAN #3To have yang tinggi berpeluang besar merusak to be dan valensi AndaKetika kita meng...
14/08/2020

بسم الله

MOTIVASI YANG MENCELAKAKAN #3
To have yang tinggi berpeluang besar merusak to be dan valensi Anda

Ketika kita mengejar to have, sering kali kita harus mengorbankan to be dan valensi. Kita tergoda untuk menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan to have. Akibatnya, sadar atau tidak kita telah merusak to be sendiri, yaitu keinginan menjadi atasan dan teman kerja yang dihormati. Selain itu, juga merusak valensi sendiri. Kita tidak konsisten menjalankan amanah dan tanggung jawab yang diberikan.

Semakin tinggi to have seseorang, semakin besar kemungkinan to be dan valensi menjadi korban. Ambisi besar yang berorientasi to have memiliki daya rusak yang juga besar. Padahal, selama berorientasi to be dan valensi, ambisi besar sebetulnya memiliki daya membangun yang sangat baik.

Allah ﷻ berfirman,

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.” [QS, Thaha: 131]

Rasulullah ﷺ bersabda kepada sahabatnya Hakim bin Hizam,

يَا حَكِيمُ ، إِنَّ هَذَا الْمَالَ خَضِرٌ حُلْوٌ ، فَمَنْ أَخَذَهُ بِسَخَاوَةِ نَفْسٍ بُورِكَ لَهُ فِيهِ ، وَمَنْ أَخَذَهُ بِإِشْرَافِ نَفْسٍ لَمْ يُبَارَكْ لَهُ فِيهِ ، وَكَانَ كَالَّذِى يَأْكُلُ وَلاَ يَشْبَعُ

“Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini indah dan manis. Barangsiapa mengambilnya dengan keluasan jiwanya, ia akan diberkahi pada hartanya. Dan barangsiapa yang mengambilnya dengan tanpa berlebihan, maka perumpamaannya adalah seperti orang yang makan dan tidak pernah kenyang.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Kalian lebih banyak berpuasa, (mengerjakan) shalat, dan lebih bersungguh-sungguh (dalam beribadah) dibandingkan para Sahabat Rasulullah ﷺ , tapi mereka lebih baik (lebih utama di sisi Allah ﷻ) daripada kalian”. Ada yang bertanya, “Kenapa (bisa demikian), wahai Abu ‘Abdirrahman? Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata: “Karena mereka lebih zuhud dalam (kehidupan) dunia dan lebih cinta kepada akhirat” [Atsar riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam “al-Mushannaf” (no. 34550) dan Abu Nu’aim dalam “Hilyatul auliyaa'” (1/136) dengan sanad yang shahih, juga dinukil oleh imam Ibnu Rajab dalam kitab “Latha-iful ma’aarif” (hal. 279)]

[Kubik Leadership]

~~~~~~~~~~~~~~
Batam, Jumat, 24 Dzulhijjah 1441/14 Agustus 2020

By: Mahmudi ‘Sate Abi Shafi’
Untuk anak-anakku, permata hatiku





بسم الله© MOTIVASI YANG MENCELAKAKAN #1Ada dua bentuk kesuksesan: Kesuksesan jangka pendek dan kesusksesan jangka panjan...
12/08/2020

بسم الله

© MOTIVASI YANG MENCELAKAKAN #1

Ada dua bentuk kesuksesan: Kesuksesan jangka pendek dan kesusksesan jangka panjang.

Yang dimaksud kesuksesan jangka pendek adalah kesuksesan yang diraih dalam waktu relatif cepat. Sedangkan kesuksesan jangka panjang adalah kesuksesan yang dibangun di atas fondasi yang sangat kuat sehingga mampu melewati segala macam tantangan, mampu bertahan dan berkembang dari generasi ke genarsi.

Agar kita mampu membangun kesuksesan jangka panjang, maka, kita harus mengetahui motivasi yang merusaknya. Berikut ini motvasi parasit yang akan mencekal langkah kesuksesan jangka panjang.

Pertama, To have yang tinggi akan membatasi to be dan valensi

Kalau pikiran kita dijejali to have, kencendrunganya adalah setiap apa yang kita lakukan harus selalu dibalas dengan materi. Kita tidak mau melakukan pekerjaan-pekerjaan besar kalau tidak dibayar setimpal. Prestasi kerja menjadi terbatas karena kita hanya bekerja sesuai gaji yang diterima. Akhirnya, potensi diri atau valensi kita stagnan dan tidak akan pernah berkembang.

Selain itu, seseorang berorientasi to have akan berhenti mengejar to be dan valensi. Kita akan berkata seperti memberi pembenaran, “Tidak perlu bercita-cita tinggi, apalagi harus repot-repot meningkatkan kemampuan diri, yang penting sekarang, semua keinginan sudah saya dapatkan, saya punya rumah, gaji tinggi, modil mewah, mau apa lagi?”

Allah ﷻ berfirman,

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. [Hud: 15]

Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَـهُ

Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia mendapat dunia menurut apa yang telah ditetapkan baginya. [HR. Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan al Baihaqi. Hadits dari sahabat Zaid bin Tsabit radhiallahu anhu]

Berkata Ibnul Qayyim al Jauziyyah rahimahullah

مُحِبُّ الدُّنْيَا لَا يَنْفَكُّ مِنْ ثَلَاثٍ : هَمٌّ لَازِمٌ ، وَتَعَبٌ دَائِمٌ ، وَحَسْرَةٌ لَا تَنْقَضِى

Pecinta dunia tidak akan terlepas dari tiga hal : kesedihan (kegelisahan) yang terus-menerus; kecapekan (keletihan) yang berkelanjutan; dan penyesalan yang tidak pernah berhenti. [Ighatsatul Lahafan, I/87-88 dan lihat Mawaridul Amân al-Muntaqa min Ighatsatil Lahafan, hlm. 83-84]

[Kubik Leadership]

~~~~~~~~~~~~~~~~

Batam, 22 Dzulhijjah 1441/12 Agustus 2020

By: Mahmudi ‘Sate Abi Shafi’
Untuk anak-anaku, penyejuk hatiku.





بسم الله® KEBERADAAN HAMBA DI HADAPAN ALLAH ﷻKeberadaan seorang hamba di hadapan Allah ﷻ ada dua kondisi, yaitu:Pertama,...
29/07/2020

بسم الله

® KEBERADAAN HAMBA DI HADAPAN ALLAH ﷻ

Keberadaan seorang hamba di hadapan Allah ﷻ ada dua kondisi, yaitu:

Pertama, keberadaannya di hadapan Allah ﷻ ketika shalat.

Kedua, keberadaanya di hadapan Allah ﷻ pada hari bertemu dengan-Nya, hari Kiamat.

Siapa saja yang telah melakukan poin pertama dengan sebenar-benarnya, sebaik-baiknya, semaksimal mungkin, maka mudah baginya untuk medapatkan poin kedua. Maka akan mudah baginya menjalani poin kedua, mudah baginya melalui tahap demi tahap yang akan dilalaui selama proses menuju surga. Akan tetapi, siapa saja yang meremehkan poin pertama dan tidak memenuhi hak-haknya, sulit baginya mendapatkan poin kedua.

Allah ﷻ berfirman,

وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَٱسۡجُدۡ لَهُۥ وَسَبِّحۡهُ لَيۡلٗا طَوِيلًا. إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ يُحِبُّونَ ٱلۡعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَآءَهُمۡ يَوۡمٗا ثَقِيلٗا.

“Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat).’ [QS. Al-Insan: 26-27]

كَانُواْ قَلِيلٗا مِّنَ ٱلَّيۡلِ مَا يَهۡجَعُونَ

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.” [QS. Adz-Dzariat: 17]

Jika kita ingin melihat diri kita di hadapan Allah ﷻ di hari Kiamat kelak, lihatlah bagaimana shalat kita di dunia.

-----------
Batam, Rabu 08 Dzulhijjah 1441/29 Juli 2020

By: Mahmudi ‘Sate Abi Shafi’
Untuk permata-permata hatiku: Shafiyah, Akbar, Asma, Malikah. Semoga kalian jadi 'ibadurrahman.




بسم الله® Salah Satu Sebab Bertambahnya Iman: Tadabbur Tadabbur terhadap ayat-ayat Allah ﷻ dan hadits-hadits Nabi ﷺ.Firm...
26/07/2020

بسم الله

® Salah Satu Sebab Bertambahnya Iman: Tadabbur

Tadabbur terhadap ayat-ayat Allah ﷻ dan hadits-hadits Nabi ﷺ.

Firman Allah Ta’ala:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

“Maka apakah mereka tidak merenungkan Al-Qur`an? Kalau kiranya Al-Qur`an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya” (QS. An-Nisa`: 82).

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

“Maka apakah mereka tidak merenungkan Al-Qur`an ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)

Telah shahih dalam hadits bahwa Nabi ﷺ sehalat malam sepanjang malam hanya membaca satu ayat dengan mengulanginya.

إِن تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِن تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Maidah:118)

Juga telah shahih, bahwa Imam Syafi’i rahimahullah pernah dijamu oleh Imam Ahmad rahimahullah di kota Baghdad. Setelah dijamu makan, Imam Syafi’i masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat. Sepanjang malam dia tidak bangun malam untuk shalat. Ketika menjelang subuh, Imam Syafii’i keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke masjid tanpa berwudhu.

Ketika ditanya kenapa tidak bangun shalat malam? Beliau menjawab, “Saya tafakkur satu hadits.”

Jadi, sepanjang malam dia tafakkur satu hadits tanpa tidur. Hadits apakah itu? Hadits tentang anak kecil bernama Umair. Anak ini bermain burung kecil dan tiba-tiba burungnya mati. Maka Nabi ﷺ berkata kepadanya,

يَا أبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ؟

“Wahai Abu ‘Umair ada apa dengan nughair (burung kecil)?” (HR. Bukhari no. 6129, 6203 dan Muslim no. 2150)

Disebutkan bahwa, Imam Syafi’i mengeluarkan lebih dari 1000 faidah dari hadits tersebut.

Subhanallah!

~~~~~~~~~~~~

Batam, 05 Dzulhijjah 1441 / 26 Juli 2020

By: Mahmudi “Sate Abi Shafi”





بسم اللهPRINSIP MANUSIA #2Apa Yang Memotivasi Anda?Secara umum, sebenarnya ada dua faktor mendorong manusia melakukan se...
25/07/2020

بسم الله

PRINSIP MANUSIA #2
Apa Yang Memotivasi Anda?

Secara umum, sebenarnya ada dua faktor mendorong manusia melakukan sesuatu, yaitu untuk mendapatkan kenikmatan (gaining pleasure) dan menghindari ketidaknyamanan (avoiding pain).

Jika seseorang bertanya kepada Anda, apa yang memotivasi Anda untuk pergi bekerja setiap hari? Jawabannya adalah, untuk mendapatkan gaji dan fasilitas, untuk meraih jabatan dan status atau untuk mencari ilmu, beribadah, bertanggungjawab, dan lain sebagainya. Banyak hal yang mendorong Anda untuk pergi bekerja.

Semua dorongan atau motivasi tersebut dapat disederhanakan ke dalam tiga kategori, yaitu: To Be, To Have, dan Valency.

To Be adalah keinginan kita untuk menjadi, yaitu dikaitkan dengan proses mengejar presatsi dengan memanfaatkan kelebihan yang kita miliki. Contoh To Be adalah keinginan menjadi pengusaha sukses bertaraf internasional, atau keinginan menjadi manajer terbaik di perusahan tempat bekerja.

To Have adalah keinginan kita untuk memiliki sesuatu, yang dikaitkan dengan proses meraih benda-benada materi atau hasil akhir dari sebuah usaha, sebagai bentuk dorongan dari kesenangan duniawinya. Contoh To Have adalah keinginan untuk mendapatkan gaji, tunjangan, fasilitas, rumah, mobil popularitas, status dan pujian.

Valency adalah tingkat kualitas diri seseorang dalam mengarahkan hidupnya, yang dikaitkan dengan keseluruhan kapasitas yang ada dalam dirinya. Contoh motivasi terkait Valency adalah keinignan untuk menambah ilmu atau pengalaman, menempatkan bekerja atau berkarya sebagai bentuk ibadah kepada Allah, atau bekerja sebagai bentuk aktualisasi dirinya.

Motivasi kita adalah kombinasi kekuatan dari ketiga unsur tersebut sehingga rumus motivasinya adalah:

Motivasi = To Be x To Have x Valency

Jadi, motivasi adalah faktor dari pengharapan, yakni seberapa jauh usaha kita akan membuahkan prestasi dikalikan dengan pengharapan seberapa jauh presatasi kita akan memberikan hasil dikalikan dengan derajat kualitas dan kapasitas diri seseorang.

Allah Azza wa Jalla berfirman

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. [Hud: 15]

Allah Azza wa Jalla

مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ

Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat. [Asy-Syûrâ/42:20]

Dari sahabat Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Rasûlullâh ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ

“Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.” (HR. Imam Ahmad, Imam Ibnu Majah, Imam Ibnu Hibban, dan Imam Al Baihaqi)

[Kubik Leadership]

~~~~~~~~~~~
Batam, 04 Dzulhijjah 1441 / 25 Juli 2020

By: Mahmudi ‘Sate Abi Safi’





بسم الله® AYO SHALAT TAHAJJUD PLUS-PLUS(1 Juz permalam, 100 ayat, pahala shalat sepanjang malam)Agar mampu memaksimalkan...
23/07/2020

بسم الله

® AYO SHALAT TAHAJJUD PLUS-PLUS
(1 Juz permalam, 100 ayat, pahala shalat sepanjang malam)

Agar mampu memaksimalkan malam hari, beberapa langkah yang dapat kita lakukan, dengan izin Allah ﷻ:

1. Habis isya bersegara tidur
2. Tidurlah dengan sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ,
3. Jam 2.30 bangun (waktu terbaik, mustajab, sepertiga malam terkahir) kemudian membaca doa,

لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الحَمْدُ للهِ، وسُبْحَانَ اللهِ، ولاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ،ولاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الله اغفرلي

4. Bersegara berwudhu dengan sempurna,
5. Buka shalat tahajjud denga shalat sunnah ringan (warming up, pemanasan)
6. Mulai tahajjud dengan 2 rakaat (shalat malam 2 rakaat salam). Rakaat pertama bacalah 3 halaman al Quran, 45 barus, rakaat kedua 2 halaman al Quran, 30 baris, persalam dapat 5 halaman,
7. Shalat tahajjud 4 salam (8 rakaat dapat 1 juz), dalam satu juz lebih dari 100 ayat. Pahala membaca 100 ayat sama dengan shalat sepanjang malam. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ

“Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” [HR. Ahmad, Shahih Al Jami’, 6468]

8. Tiga puluh malam tahajjud dapat 30 juz al Quran alias khatam al Quran,
9. Yang belum hafal al Quran dapat buka al Quran ketika sahalat (pake al Quran android),
10. Tutup shalat dengan witir 2 rakaat dan 1 rakaat. Bacalah doa qunut di rakaat terkahir. Maksimalkan doa di waktu itu,
11. Sahalat malam 11 rakaat, dapat 1 juz in syaa Allah selesai dg durasi 60 menit,
12. Setelah witir perbanyak istighfar, karena istighfar terbaik adalah waktu sahur (amalan penduduk surga ketika mereka masih di dunia),

وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

“Dan rajin istighfar di waktu sahur.” (QS. Ali Imran: 17)
وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” (QS. Ad Dzariyat: 18)
13. Membaca al Quran diwaktu yg terbaik

يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمُزَّمِّلُ. قُمِ ٱلَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا. نِّصْفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا. أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا. إِنَّا سَنُلْقِى عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا. إِنَّ نَاشِئَةَ ٱلَّيْلِ هِىَ أَشَدُّ وَطْـًٔا وَأَقْوَمُ قِيلًا

“Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya). (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu') dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (QS. Al Muzammil: 1-4)

14. Diberikan kedudukan yang terpuji (maqaman mahmuudan)

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Isar’: 79)

15. Diringankan masalah yg dihadapi esok harinya.

إِنَّ لَكَ فِى ٱلنَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلً. وَٱذْكُرِ ٱسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلً

“Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.” (QS. Al Muzammil: 7-8)

16. Mengkuti kebiasaan orang shalih terdahulu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus segala dosa, dan mencegah darinya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﻘِﻴَﺎﻡِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺩَﺃْﺏُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴْﻦَ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْ، ﻭَﻫُﻮَ ﻗُﺮْﺑَﺔٌ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻜُﻢْ، ﻭَﻣُﻜَﻔِّﺮَﺓٌ ﻟِﻠﺴَّﻴِّﺌَﺎﺕِ، ﻣَﻨْﻬَﺎﺓٌ ﻋَﻦِ ﺍْﻹِﺛْﻢِ

“Lakukanlah shalat malam oleh kalian, karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Ia pun dapat mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, menghapus segala kesalahan dan mencegah dari perbuatan dosa.” [HR. Tirmidzi, Hadist hasan]

~~~~~~~
Batam, 02 Dzulhijjah 1441/23 Julu 2020
Hari terbaik dari bulan Dzulhijjah

By: Mahmudi ‘Sate Abi Sahfi”




Address

Batam

Telephone

+6281214311105

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sate Abishafi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share