26/12/2020
بسم الله
© Petikan Hikmah Sirah Nabawiyyah
~Ketika Doa Terkabul Setelah 3000 Tahun~
Allah ﷻ berfirman,
رَبَّنَا وَٱبْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ.
“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka al Kitab (al-Quran) dan al-Hikmah (as-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Baqarah: 129)
Dengan penuh khusyu’, lama sekali doa itu dipanjatkan Ibrahim ’alaihissalam. Air matanya tumpah. Ia berharap dari anak keturunan Ismail 'alaihissalam kelak ada yang menjadi Nabi-Rasul Allah ﷻ.
Seiring waktu, anak keturunan Ismail 'alaihissalam terus berkembang, tapi belum ada tanda-tanda kenabian akan datang. Hingga kemudian lahirlah seorang bayi, anak keturunan Ismail ‘alaihissalam bernama Muhammad ibn Abdillah. Dialah yang dalam usia 40 tahun diangkat menjadi Nabi. Bahkan, ia menjadi Nabi pamungkas; khatam al-nabiyyin wa al-mursalin, penutup para nabi dan rasul.
Melalui kisah ini, manusia diajarkan agar bersabar menunggu dikabulkannya sebuah doa. Mungkin berbulan-bulan, puluhan tahun, ratusan tahun bahkan ribuan tahun, baru doa itu dikabulkan.
Doa Ibrahim ‘alaihissalam agar dari anak keturunan Ismail ‘alaihissalam ada yang diangkat jadi nabi, baru dikabulkan Allah ﷻ setelah 3000 tahun berlalu. Suatu waktu Nabi ﷺ ditanya, mengapa kenabian jatuh pada dirinya.
Hadits Sahabat Al 'Irbad ibn Sariyah radhiallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda,
أنا دعوةُ أبي إبراهيمَ وبشارةُ عيسى ورؤيا أُمَّي التي رأت وإن أمَّ رسولِ اللهِ ﷺ رأت حينَ وضعَته نورًا أضاءت له قصورُ الشامِ.
“Ini karena doanya Nabi Ibrahim, kabar gembira yang dibawa Nabi Isa, dan mimpi indah ibunda Aminah yang menyaksikan cahaya keluar dari tubuhnya hingga cahaya itu menyinari membuat menyinari istana-istana Syam” [Ibnu Katsir, al-Badayah wa an Nihayah, vol. 2, hal. 256, sanad Bagus dan kuat]
Maka, jangan berputus asa dari terkabulnya doa.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ (فِي رِوَايَةٍ: وَ بَارِكْ) عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
“Ya, Allah. Berilah (yakni, tambahkanlah) shalawat (sanjungan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya, Allah. Berilah berkah (tambahan kebaikan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.” [HR Bukhari, Muslim, dan lainnya. Lihat Shifat Shalat Nabi, hlm. 165-166, karya Al Albani, Maktabah Al Ma’arif].
Ref:
Mahmudi Abu Shafiyah, Kitab Sirah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Yang Rauf dan Rahim, Manusia Teragung Sepanjang Masa: Sebuah Studi Komprehensif, hal. 561.
In syaa Allah, will be published in three languages: Indo-English-Arabic.
~~~~~~~
Batam, 11 Jumadal Ula, 1442/26 Desember 2020
By: Mahmudi Arif Dahlan,
SateAbiShafiyah
, In syaa Allah