18/01/2024
Amarah Saul Yang menyebalkan hatinya
Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: “Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itu pun jatuh kepadanya.” (1Sam 18:8)
Setelah Daud, anak kecil itu mengalahkan Goliat yang besar dan para musuhnya, ternyata ada amarah dan kecemburuan yang dimiliki Saul, raja Israel. Saul bertambah marah dan cemburu ketika nyanyian perempuan-perempuan bangsa Israel: _Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa._ peristiwa ini yang membuat Saul ingin membunuh Daud. Beruntung bahwa Saul memiliki anak yang baik seperti Yonathan yang menahan amarah dan kecemburuan dari sang ayah.
Hidup kita sering kali diliputi dengan rasa marah dan cemburu apabila ada orang yang lebih unggul dari kita. Entah itu unggul dalam pengetahuan, tenaga, teknik dan lain sebagainya bahkan selalu dipercayai oleh banyak orang. Kita sering sulit untuk menerima keadaan seperti ini. Mari kita belajar dari Saul yang bisa mengontrol kecemburuan dan amarahnya. Biasanya kita memiliki orang-orang yang baik disekitar kita yang bisa menenangkan dan merayu supaya bisa mengendalikan amarah kita. Terlebih kita meminta Tuhan menghadirkan orang-orang baik seperti Yonathan.
Selamat pagi dan Marilah kita belajar dari Saul yang mengontrol amarahnya berkat kehadiran anaknya Yonathan.😇😍💪🙏 Rm. Andre Ru'u, Cmf (18/1/2024)