13/08/2026
https://s.shopee.co.id/8AVFeaniyd
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Insan Berlian Sejahtera, Abra Yoda Raya, angkat bicara soal penarikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada penerima manfaat.
Penarikan menu makanan terdiri dari ayam rempah, anggur, sayur sawi dan wortel, nasi putih, dan tempe mendoan itu dilakukan karena adanya indikasi olahan ayam yang tidak layak konsumsi.
Abra Yoda menyampaikan, adanya olahan ayam yang bermasalah terjadi saat batch pemasakan kedua dengan jumlah sekitar 2.000 porsi. Sedangkan batch pemasakan pertama dalam kondisi aman.
Rasa dan Bau Tidak Enak
Menurutnya, kondisi ayam tersebut baik saat penerimaan awal dari pihak suplier. Begitu juga saat proses pembersihan ayam sebelum diolah.
"Ketika batch kedua pemasakan, chef sama ahli gizi laporan ke saya, bahwasanya ada masakan. Mas ini ada masakan rasa dan baunya tidak enak," katanya kepada Kompas.com saat ditemui di SPPG wilayah Desa Jati, Kecamatan Jaten, pada Rabu (12/8/2026) siang.
Menerima laporan itu, dia langsung mengecek ke dapur dan mencicipi makanan yang terindikasi tidak layak.
Menurutnya, sesuai SOP memang makanan tersebut harus dicicipi terlebih dahulu sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat. Apabila ada permasalahan kesehatan yang dialaminya sudah menjadi risiko pekerjaan.
"Yang terdampak saya. Saya tadi tiga kali, cuma muntah saja. Saya terus ambil langkah daripada terjadi apa-apa, makanan batch kedua tidak didistribusikan," terangnya.
Tarik 2.957 Porsi dan Dimusnahkan
Pihaknya langsung memerintahkan PIC dan driver untuk menarik semua menu makanan. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi adanya hal yang tidak diinginkan.
"Indikasinya dari ayam, dari yang lain tidak ada." Ungkapnya
Bahan ayam tersebut berasal dari suplier wilayah Kabupaten Karanganyar. Secara keseluruhan ada sekitar 2.957 menu makanan yang ditarik dan tidak didistribusikan kepada penerima manfaat.
Makanan tersebut, terang Abra, selanjutnya dimusnahkan. Dia mengungkapkan, kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi.
"Untuk antisipasi, akan memperketat lagi pemilihan (bahan baku) dari suplier," katanya.
Source