25/01/2025
Warga net banding kan biaya mobil listrik dg mobil konvensional bisa nabung sampai 22jt
- Kehadiran Barrety Electric Vehicle (BEV) atau mobil listrik di Indonesia, bisa menjadi solusi kendaraan ramah lingkungan sekaligus biaya operasional lebih rendah. Contohnya seperti yang dirasakan seorang netizen Instagram dengan akun yang membagikan pengalamannya sebagai pengguna Wuling Air ev. Dalam salah satu unggahannya, ia membandingkan perhitungan pengeluaran antara Wuling Air ev dan Mazda CX-3 yang dipakai sebelumnya. "Gak kerasa sudah 19.620 Km, sudah setahun pakai mobil ini. Berawal dari niat ngirit, karena kebutuhan mobil harian buat PP Bekasi-Jaksel kurang lebih 60 km tiap hari," tulis Didiet (1/1/2025). "Sebenernya Mazda CX-3 saya sebelumnya gak boros untuk mobil 2.000 cc, bahkan kenyamanannya one of the best, tapi memang takdir yg mempertemukan saya dengan Air EV," terangnya.
"Yup, saya emang beli Air ev ini benar-benar tujuannya buat ngirit biar bisa ada saving bulanan. Kalau ditanya dalam setahun ini udah saving berapa? Jawabannya, Rp 22 juta dalam setahun," ungkapnya. Didiet pun membeberkan perbandingan rincian pengeluaran biaya operasional dalam satu tahun antara Wuling Air ev dan Mazda CX-3 yang merupakan mobil pembakaran internal.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-zone_middle_2'); });
Rinciannya: - Saving bahan bakar setahunMazda Rp 1,6 juta sebulan x 12 = Rp 19.200.000Air EV Rp 470 ribu sebulan x 12 = Rp 5.640.000Hemat Rp 13.560.000- Saving pajak tahunanMazda Rp 6.000.000Air EV Rp 149.000Hemat Rp 5.851.000- Saving service rutin setahunMazda Rp 1.500.000 x 2 = Rp 3.000.000Air EV Rp 180.000 x 2 = Rp 360.000Hemat Rp 2.640.000
Artikel ini telah tayang di https://www.gridoto.com dengan judul "Netizen Bandingkan Biaya Mobil Listrik Vs Mobil Konvensional, Ternyata Bisa Nabung Rp 22 Juta".
Gridoto+ baca berita tanpa iklan: https://plus.grid.id/gridoto
Klik untuk baca: https://www.gridoto.com/read/224208916/netizen-bandingkan-biaya-mobil-listrik-vs-mobil-konvensional-ternyata-bisa-nabung-rp-22-juta