01/05/2025
Riwayat Singkat Kubu Anuek Manyak di Aceh
Tulisan di bawah ini merupakan tulisan saya kutip dari tulisan Pemangku Adat Wilayah Geumpang, Pidie, Aceh yang ditempelkan pada dinding balai berdekatan dengan makam tersebut. Saya telah menziarahi kubu itu pada tanggal 10 September 2008 lalu.
Adapun kuburan yang berada di sini di sebut kubu Anuek Manyak (kuburan anak-anak), yang pada dasarnya di tempat ini dikuburkan dua (2) orang mayat, satu diantaranya adalah seorang lelaki dewasa dan yang seorang lagi adalah mayat anak laki-laki yang berumur 4 tahun.kedua orang tersebut merupakan korban pembunuhan dengan tujuan perampokan, sesuai sumber yang diperoleh kejadian ini terjadi sekitar tahun 1925.
Di daerah ini sejak zaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1925 telah dibangun jalan setapak yang menghubungkan kecamatan Geumpang, Pidie dengan kecamatan sungai Mas, Aceh Barat. Sejak dulu jalan ini sudah ramai digunakan oleh pejalan kaki, baik oleh serdadu belanda untuk patrol maupun oleh pejuang Aceh yang pada saat itu di sebut Muslimin. Dalam rangka membawa serta mencari informasi antara Pidie dengan Meulaboh, jalan ini juga berfungsi sebagai sarana perekonomian yang saat itu sangat menonjol perdagangan ternak hewan (kerbau) yang berasal dari daerah pedalaman Meulaboh dipasarkan ke daerah Pidie.
Dengan demikian terjadilah pembauran antara masyarakat Meulaboh dengan masyarakat Pidie yang wujudnya banyak masyarakat Pidie berumah tangga (kawin) di Meulaboh begitu juga sebaliknya yang hingga kini kedua daerah tersebut kedua daerah tersebutbanyak masyarakat yang memiliki ikatan keturunan.
Tersebutlah kisah yaitu seorang laki-laki yang bernama Tgk. Murhaban yang berasal dari Meulaboh (Desa Aslinya tidak di ketahui) dalam perjalanan pulang-pergi antara Meulaboh dan Pidie sekitar tahun 1932 berumah tangga (kawin) dengan seorang perempuan Pidie (Geumpang Keumala) yang bernama Maisarah. Dan dari hasil perkawinan mereka dikaruniai seorang anak laki-laki namun menjelang anak itu berumur 4 tahun, Maisarah ibunya meninggal dunia. Sejak itu tinggallah Tgk Murhaban dengan anaknnya .