14/12/2018
Permata Yaqut dan Marjan
Adalah wanita-wanita surga yang suci dari kehidupan dunia, cantiknya laksan berlian berkelip cahaya bintang yang sempurna. Tidak pernah disentuh oleh siapapun bahkan secuil debu. Senyumnya itu menggelorakan bahtera-bahtera di lautan, bahkan mutiara didalamnya masih kalah indah. Satu atau lebih kata “cantik” tidak bisa menggambarkan parasnya. Kasurnya dibalut oleh sutera dari surga, empuk dan sejuk, udara berhembus dari bawahnya, dan berembun setiap waktu.
Bagaikan permata yaqut dan marjan, wanita-wanita itu tidak pernah dikenali oleh lelaki manapun. Mereka adalah secuil keindahan Ar-Rohman yang masih dirahasiakan. Kelak waktunya tiba, setiap mata yang mengagungkan keindahan dunia, pasti menyesali karena permata yaqut dan marjan adalah yang terindah dari keindahan lainnya.
Yah.. Mereka adalah mutiara yang tersembunyi antara langit dan lautan. Lekukan tububnya gemulai nan sahaja, menggoda setiap lelaki untuk memilikinya, matanya tajam menusuk relung hati yang paling dalam. Setiap tubuhnya putih dan bersih, lagi harum semerbak wewangian surga (Ar-Roihan) menjalar sampai ufuk langit dan bumi. Dari ujung utara sampai ujung selatan, dari ujung barat sampai ujung timur, dari ujung langit sampai ujung bumi aromanya harum bunga-bunga surga. Sebagian dari mereks bersandar dengan setengah tidur di permadani-permadani suci yang terbuat dari sutera dan sekelilingnya terdapat buah-buahan segar lagi nikmat. Sebagian yang lain bersandar di bantal hijau yang mengkilau.
Nikmat Ar-Rohman sangat nyata, lalu apalagi yang engkau dustakan?
Mereka hidup di istana surga. Tanah yang subur berwarna hijau tua, memanjakan mata untuk tidak berhenti melihatnya. Bersih. Ada juga air yang mengalir dan memancarkan sinar yang elok. Seorang yang sangat sangat kaya raya atau terkaya pun tidak akan pernah mampu untuk membelinya. Oleh karena itu, Ar-Rohmah tidak menjualnya tapi menganugerahkan kepada hamba-Nya yang disayangi. Ar-Rohman Maha Kaya Raya lagi Maha Dermawan.